Jumat, 08 Mei 2015

Pengalaman Menjadi Pengajar Muda V Majene

Roadshow Indonesia Mengajar di UIN Sunan Kalijaga
Gerakan Indonesia Mengajar (IM) kembali membuka pendaftaran Pengajar Muda (PM) angkatan XI selama satu bulan setengah, tanggal 15 April – 31 Mei 2015. Lima puluh dua PM yang terpilih pada angkatan XI akan menjadi istimewa dan akan kembali memulai babak baru. Kenapa demikian? Karena beberapa lokasi penempatan PM sudah melewati tahun kelima, dimana setelah tahun kelima lokasi yang ditempati PM baru nantinya akan berpindah tempat. Tentu saja kategori tempatnya pastilah mirip, di pelosok dan membutuhkan guru. Meskipun budaya dan kondisi geografisnya tentu tidak akan sama. Untuk itu, pada tulisan ini saya akan menceritakan pengalaman saya selama bertugas satu tahun di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat sebagai gambaran menjadi PM. 

Sebelumnya saya akan menceritakan bagaimana perjalanan untuk yang pertama kalinya saya mengenal IM. Di saat saya kuliah semester lima di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, saya mendapatkan kabar dari teman di organisasi Peace Generation Yogyakarta (Pisgen) bahwa akan ada Roadshow seputar IM di University Club, Universitas Gajah Mada (UGM). Informasi pertama yang saya tahu saat itu, bahwa IM adalah sebuah gerakan non pemerintah yang konsen di bidang pendidikan dengan mengirimkan sarjana muda ke pelosok negeri untuk menjadi guru di sekolah dasar selama satu tahun. Kebetulan saat itu ada salah satu teman saya di organisasi Pisgen yang diterima menjadi PM angkatan pertama yang bertugas di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. 

Saat mengikuti Roadshow IM di UGM tersebut, saya mendengarkan dengan seksama apa yang dijelaskan oleh Anies Bawsedan yang saat itu selaku pendiri IM sekaligus sebagai Rektor Universitas Paramadina, Jakarta. Saat pendiri IM menjelaskan seputar fenomena pendidikan Indonesia dan perihal IM, saya sangat tertarik untuk ikut bergabung dengan gerakan ini dan bertekat untuk mendaftar diri jika sudah menyelesaikan sarjana strata satu. Saya mencatat dengan baik materi yang dijelaskan dalam acara tersebut. Sehabis pulang dari acara, saya langsung menuliskan pada blog saya tentang gerakan ini. Saya sangat senang sekali, karena waktu itu, tulisan yang saya muat di blog Beswan Djarum mendapat komentar dari Anies Baswedan langsung.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...