Jumat, 25 Juli 2014

Ramadhan Bahagia



Suasana Buka Puasa Bersama di Musholla Al Hidayah
Malam Jumat (24/07), jam dinding musholla Al Hidayah menunjukkan pukul 20.20. SalatTarawih sekaligus salatWitir berjamaah selesai dilaksanakan. Hampir sama dengan salat jamaah pada malam-malam sebelumnya. Sesekali tiap kali habis salatWitir kemudian dilanjutkan dengan Kuliah Tujuh Menit (Kultum). Meski dalam kenyataan,kultumnyabiasa lebih dari tujuh menit. Bahasan yang dihadirkan beragam,yang jelas seputar keislaman. Pada malam Jumat kali ini bertepatan dengan tanggal 27 Ramadhan. Saya kebagian mengisi Kultum seputar Lailatul Qadar dan Hakikat Ibadah. Saya menyampaikan Kultum di depan jamaah di musholla dengan rata-rata jamaahnya perempuan, hampir sama dengan jamaah di mesjid Al Falah tempat yang beberapa kali saya diminta Kultum, juga lebih dari separuh jamaahnya dari kaum hawa.
Ada yang beda dengan suasana ketika saya membawakan Kultum pada malam ke 27 Ramadhantadi malam. Jika pada sebelum-sebelumnya saya mengisi dengan cukup serius. Kali ini saya membawakan dengan suasana santai bercampur canda. Sehingga malam itu mirip-mirip acara Stand Up Commedy di Metro TV. Jamaah tak jarangtiba-tiba tanpa diminta ketawa, mereka ketawa. Tentu saja saya tidak ikut ketawa, biarlah jamaah saja yang tertawa. Karena saya sendiri tidak menyuruh jamaah tertawa, hanya saja mungkin karena ada ungkapan yang lucu sehingga mereka tertawa. Sebenarnya saya pun bahagia karena bisa membuat jamaah bahagia. Seperti dalam ungkapan, tanda orang bahagia adalah karena dia tertawa. Kalau Anda tidak percaya ayo tertawalah maka Anda akan bahagia.Haha...

Rabu, 23 Juli 2014

Meningkatkan Minat Baca pada Siswa



Anak-anak Sedang Membaca Komik kiriman dari PGN
Pagi itu, saya senang sekali melihat anak-anak karena sangat antusias menyambut kedatangan buku-buku baru dari Jakarta. Buku tersebut adalah buku-buku dalam bentuk komik Persembahan PGN untuk Anak Bangsa yang datang secara bertahap antar seri. Ada 33 judul komik seri Legenda Nusantara, ada 20 judul komik seri Pahlawan Indonesia dan terakhir komik seri Biografi Orang Sukses. Kedatangan komik berseri ini selain menambah jumlah buku-buku yang sebelumnya datang dari FGIM (Festival Gerakan Indonesia Mengajar), juga semakin menambah ramainya anak-anak datang ke perpustakaan sekolah.
Anak-anak setiap pagi biasa sudah antri menunggu kedatangan saya agar membuka perpustakaan di sekolah. Sampai-sampai kadang anak-anak yang sudah antri di depan perpustakaan, merasa kecewa kalau saya lambat datang untuk membuka perpustakaan sekolah. Kebetulan saya memang sangat senang menemani anak-anak membaca buku. Kelebihannya adalah dengan menenami anak-anak membaca, saya pasti ikut membaca buku-buku di perpustakaan sekaligus mengajak diskusi bersama anak-anak. Sehingga saya berinisiatif menfasilitasi sekolah untuk memegang kunci perpustakaan agar setiap hari anak-anak terus berbondong membaca.

Cita-cita Anak HTI



Siswa SDS Terang Agung sedang bermain di depan sekolah
Setiap anak yang terlahir, kelak akan memiliki keinginan akan menjadi seperti siapa dia. Keinginan inilah yang kemudian disusun menjadi rangkaian kata “cita-cita”. Cita-cita adalah sebuah gambaran imajinasi yang diinginkan oleh seseorang di masa depan. Munculnya cita-cita dari seorang anak haruslah difasilitasi dengan baik oleh para orang tua dan para guru. Jangan sampai cita-cita dari seorang anak dimatikan. Dengan berbekal cita-citalah, anak-anak muncul semangat belajar agar mencapai cita-citanya tersebut. Selama cita-citanya positif kenapa harus dilarang, malah sebaliknya harus didukung.
Tak peduli apakah anak-anak itu lahir dalam keterbatasan sekalipun. Bahkan saya pun melihat cita-cita anak yang terlahir dalam keterbatasan fasilitas sekalipun mereka tetap memiliki cita-cita tinggi. Seperti halnya di mana tempat saya bertugas menjadi Pengajar Muda,di sinibelum ada listrik, jalanan rusak bahkan licin berlumpur di kala hujan karena belum diaspal sedikitpun. Sehingga bukan sesuatu yang aneh apabila kebanyakan anak-anak tidak masuk sekolah apabila hujan deras, karena memang jalannya sangat sulit ditempuh, lebih-lebih dikarenakan olehsering dilewati truk-truk pengangkut singkong yang manambah parahnya kondisi jalan.Tidak jarang juga seorang guru harus pulang kembali ke rumahnya karena di tengah jalan jatuh dan dipenuhi lumpur ketika hendak menuju ke sekolah. Tapi tetap saja, anak-anak di sinibercita-cita tinggi.

Selasa, 22 Juli 2014

Pendidikan yang Membebaskan



Siswa kelas empat sedang berlatih menulis di luar sekolah
Pendidikan diharapkan bisa memanusiakan manusia dengan seutuhnya. Kegiatan pembelajaran di sekolah diharapkan mencerminkan realita yang terjadi di masyarakat. Bukan saatnya lagi apa yang dijelaskan seorang guru hanya berkutat berdasar buku bacaan yang tidak ada hubungannya secara langsung dengan yang siswa alami dalam kehidupan nyata. Sudah saatnya kegiatan di sekolah benar-benar membumi. Ini juga sebenarnya yang dicita-citakan dalam implementasi kurikulum 2013.
Sekolah butuh menjunjung tinggi daya nalar anak. Bukan zamannya lagi anak-anak hanya duduk tenang mendengarkan penjelasan dari seorang guru. Anak-anak butuh didengar apa-apa yang mereka ingin katakan. Proses pendidikan harus menyakini bahwa setiap anak adalah bintang. Setiap setiap anak juara. Setiap anak istimewa. Maka dari itu perlu wadah yang bisa menampung kreativitas yang dimiliki anak-anak di sekolah.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...