Jumat, 19 Desember 2014

Lentera Indonesia - Tulang Bawang Barat - M Nurul Ikhsan Saleh

Kamis, 11 September 2014

Keluarga yang Luar Biasa


 
Foto Sesi Pernikahan Kakak Sulung. Dari Kanan; Nurul, Walid, Moh. Saleh, Kardi dan istrinya, Madun, dan Hidayatus
Sebuah kesyukuran yang luar biasa, saya dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang sangat agamis, harmonis, tentram, sederhana dan penuh kasih sayang. Tidak ada ucapan yang lebih pantas dibanding ungkapan alhamdulillah dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua saya, kedua kakak dan adik perempuan yang bungsu. Saya bertahun-tahun hidup bersama keluarga yang sangat super. Keluarga inilah yang tiada lelahnya mendoakan saya kepada Allah SWT serta yang telah mengantarkan saya seperti sekarang ini.

Sabtu, 16 Agustus 2014

Senam Riang Anak SD Terang Agung



Siswa SD Terang Agung sedang melaksanakan senam

Hari Jumat (15/8/2014) saya berangkat ke sekolah pagi-pagi. Sama dengan Jumat tujuh hari sebelumnya. Saya berangkat pagi-pagi karena hendak memimpin senam. Seperti biasa anak-anak sangat bersemangat mengikuti Senam Riang Anak Indonesia belakangan. Ini mungkin disebabkan anak-anak jarang sekali mengikuti senam. Senam jarang sekali diadakan oleh para guru, bahkan bisa dibilang hampir tidak pernah, oleh karena belum ada pengeras suara. Bahkan, sekolah belum tentu bisa menyalakan alat pengeras suara untuk senam karena tidak ada aliran listrik.
Di SD Terang Agung belum ada saluran listrik, buru-buru saluran listrik, tiang pancang kabel saja di dusun Terang Agung belum masuk. Padahal dalam setahun terakhir, masyarakat sudah melakukan iuran lima ratus ribu rupiah kepada salah satu perangkat desa yang menjanjikan pemasangan aliran listrikdari PLN. Sampai sekarang pun belum ada tiang kabel yang masuk, bahkan uang yang dibayar masyarakat tidak tahu kemana. Sungguh ironis, hanya karena ketamakan pada uang, para petinggi Desa kemudian menyelewengkan uang iuran dari masyarakat, ia menukar dengan kepercayaan yang sudah lama dibangun. Masyarakat pun kadang kala mengeluhkan hal tersebut lewat cerita, saat saya berkunjung ke rumah-rumah untuk silaturrahim di lingkup beberapa dusun.

Kamis, 07 Agustus 2014

Menjadi Pengajar Muda di Tulang Bawang Barat



Nama Lengkap: M. Nurul Ikhsan Saleh, S.Pd.I
Nama Panggilan : Nurul
Tempat Tanggal Lahir : Sumenep, 27 Juli 1988
Pendidikan Terakhir: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Kependidikan Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta
Aktivitas/Organisasi/Pengalaman Kerja :
-          Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Pendidikan Yogyakarta, Bidang Pengembangan Bahasa Asing, Beswan Djarum DSO Semarang dan Kelompok Studi Ilmu Pendidikan
-          Komunitas Peace Generation Yogyakarta yang bergerak di bidang perdamaian pemuda dan organisasi kepemudaan Forum Indonesia Muda (FIM) dan Senyum Community Yogyakarta
-          Aktif menulis opini dan resensi buku di berbagai surat kabar lokal dan nasional. Selain itu, tiga tulisannya telah dimuat dalam tiga buku kompilasi, sedangkan buku terakhir yang diterbitkan adalah Peace Education
-          Pernah menjadi asisten dosen matakuliah Metode Penelitian Pendidikan II di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan jurusan Kependidikan Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta dan pernah mengajar di Sekolah Dasar Negeri 30 Inp Ulidang selama 13 bulan
Prestasi:
-          Juara pertama LKTI se-Yogyakarta yang diselenggarakan HMI Cabang Yogyakarta
-          Bagian dari 20 penulis terbaik Sayembara Esai Nasional IDEA IPB
-          Menjadi 5 komentator terbaik Blog Competition Beswan Djarum
-          Juara pertama LKTI se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga
-          Juara Kedua LKTI DPP Bidang Penelitian Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
-          Juara Ketiga LKTI Jurusan Kependidikan Islam
-          Peraih Beasiswa PT Djarum, Kementarian Agama dan Pemerintah Kabupaten Sumenep
SD Tempat Penugasan : SD Terang Agung, Dusun Terang Agung, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Barat
Contak Person : 081242023909 email : nurul_ih@yahoo.com


Jumat, 25 Juli 2014

Ramadhan Bahagia



Suasana Buka Puasa Bersama di Musholla Al Hidayah
Malam Jumat (24/07), jam dinding musholla Al Hidayah menunjukkan pukul 20.20. SalatTarawih sekaligus salatWitir berjamaah selesai dilaksanakan. Hampir sama dengan salat jamaah pada malam-malam sebelumnya. Sesekali tiap kali habis salatWitir kemudian dilanjutkan dengan Kuliah Tujuh Menit (Kultum). Meski dalam kenyataan,kultumnyabiasa lebih dari tujuh menit. Bahasan yang dihadirkan beragam,yang jelas seputar keislaman. Pada malam Jumat kali ini bertepatan dengan tanggal 27 Ramadhan. Saya kebagian mengisi Kultum seputar Lailatul Qadar dan Hakikat Ibadah. Saya menyampaikan Kultum di depan jamaah di musholla dengan rata-rata jamaahnya perempuan, hampir sama dengan jamaah di mesjid Al Falah tempat yang beberapa kali saya diminta Kultum, juga lebih dari separuh jamaahnya dari kaum hawa.
Ada yang beda dengan suasana ketika saya membawakan Kultum pada malam ke 27 Ramadhantadi malam. Jika pada sebelum-sebelumnya saya mengisi dengan cukup serius. Kali ini saya membawakan dengan suasana santai bercampur canda. Sehingga malam itu mirip-mirip acara Stand Up Commedy di Metro TV. Jamaah tak jarangtiba-tiba tanpa diminta ketawa, mereka ketawa. Tentu saja saya tidak ikut ketawa, biarlah jamaah saja yang tertawa. Karena saya sendiri tidak menyuruh jamaah tertawa, hanya saja mungkin karena ada ungkapan yang lucu sehingga mereka tertawa. Sebenarnya saya pun bahagia karena bisa membuat jamaah bahagia. Seperti dalam ungkapan, tanda orang bahagia adalah karena dia tertawa. Kalau Anda tidak percaya ayo tertawalah maka Anda akan bahagia.Haha...

Rabu, 23 Juli 2014

Meningkatkan Minat Baca pada Siswa



Anak-anak Sedang Membaca Komik kiriman dari PGN
Pagi itu, saya senang sekali melihat anak-anak karena sangat antusias menyambut kedatangan buku-buku baru dari Jakarta. Buku tersebut adalah buku-buku dalam bentuk komik Persembahan PGN untuk Anak Bangsa yang datang secara bertahap antar seri. Ada 33 judul komik seri Legenda Nusantara, ada 20 judul komik seri Pahlawan Indonesia dan terakhir komik seri Biografi Orang Sukses. Kedatangan komik berseri ini selain menambah jumlah buku-buku yang sebelumnya datang dari FGIM (Festival Gerakan Indonesia Mengajar), juga semakin menambah ramainya anak-anak datang ke perpustakaan sekolah.
Anak-anak setiap pagi biasa sudah antri menunggu kedatangan saya agar membuka perpustakaan di sekolah. Sampai-sampai kadang anak-anak yang sudah antri di depan perpustakaan, merasa kecewa kalau saya lambat datang untuk membuka perpustakaan sekolah. Kebetulan saya memang sangat senang menemani anak-anak membaca buku. Kelebihannya adalah dengan menenami anak-anak membaca, saya pasti ikut membaca buku-buku di perpustakaan sekaligus mengajak diskusi bersama anak-anak. Sehingga saya berinisiatif menfasilitasi sekolah untuk memegang kunci perpustakaan agar setiap hari anak-anak terus berbondong membaca.

Cita-cita Anak HTI



Siswa SDS Terang Agung sedang bermain di depan sekolah
Setiap anak yang terlahir, kelak akan memiliki keinginan akan menjadi seperti siapa dia. Keinginan inilah yang kemudian disusun menjadi rangkaian kata “cita-cita”. Cita-cita adalah sebuah gambaran imajinasi yang diinginkan oleh seseorang di masa depan. Munculnya cita-cita dari seorang anak haruslah difasilitasi dengan baik oleh para orang tua dan para guru. Jangan sampai cita-cita dari seorang anak dimatikan. Dengan berbekal cita-citalah, anak-anak muncul semangat belajar agar mencapai cita-citanya tersebut. Selama cita-citanya positif kenapa harus dilarang, malah sebaliknya harus didukung.
Tak peduli apakah anak-anak itu lahir dalam keterbatasan sekalipun. Bahkan saya pun melihat cita-cita anak yang terlahir dalam keterbatasan fasilitas sekalipun mereka tetap memiliki cita-cita tinggi. Seperti halnya di mana tempat saya bertugas menjadi Pengajar Muda,di sinibelum ada listrik, jalanan rusak bahkan licin berlumpur di kala hujan karena belum diaspal sedikitpun. Sehingga bukan sesuatu yang aneh apabila kebanyakan anak-anak tidak masuk sekolah apabila hujan deras, karena memang jalannya sangat sulit ditempuh, lebih-lebih dikarenakan olehsering dilewati truk-truk pengangkut singkong yang manambah parahnya kondisi jalan.Tidak jarang juga seorang guru harus pulang kembali ke rumahnya karena di tengah jalan jatuh dan dipenuhi lumpur ketika hendak menuju ke sekolah. Tapi tetap saja, anak-anak di sinibercita-cita tinggi.

Selasa, 22 Juli 2014

Pendidikan yang Membebaskan



Siswa kelas empat sedang berlatih menulis di luar sekolah
Pendidikan diharapkan bisa memanusiakan manusia dengan seutuhnya. Kegiatan pembelajaran di sekolah diharapkan mencerminkan realita yang terjadi di masyarakat. Bukan saatnya lagi apa yang dijelaskan seorang guru hanya berkutat berdasar buku bacaan yang tidak ada hubungannya secara langsung dengan yang siswa alami dalam kehidupan nyata. Sudah saatnya kegiatan di sekolah benar-benar membumi. Ini juga sebenarnya yang dicita-citakan dalam implementasi kurikulum 2013.
Sekolah butuh menjunjung tinggi daya nalar anak. Bukan zamannya lagi anak-anak hanya duduk tenang mendengarkan penjelasan dari seorang guru. Anak-anak butuh didengar apa-apa yang mereka ingin katakan. Proses pendidikan harus menyakini bahwa setiap anak adalah bintang. Setiap setiap anak juara. Setiap anak istimewa. Maka dari itu perlu wadah yang bisa menampung kreativitas yang dimiliki anak-anak di sekolah.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...