Minggu, 15 Mei 2011

Kesan Ikut Dare To Be A Leader (DTL) and Debate


Peserta DTL VI 2011
Suatu kebanggaan yang luar biasa, saya sebagai mahasiswa Kependidikan Islam (KI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berkesempatan mendapatkan beasiswa dari Djarum Beasiswa Plus yang dinaungi oleh CSR Djarum. Di antara satu kebanggaan dari banyak kebanggaan lain adalah ketika saya mendapatkan pelatihan Dare To Be A Leader (DTL) and Debate batch VI. Yang berlangsung dari tanggal 11 sampai 14 Mei 2011 di Hotel Melia Purosani Yogyakarta.

Pelatihan ini bagian dari serangkaian kegiatan yang diperuntukkan khusus bagi para Beswan Djarum (nama panggilan bagi penerima Djarum Beasiswa Plus). Beswan Djarum dilatih kemampuan soft skill-nya di bidang kepemimpinan. Bagaimana menjadi pemimpin yang aktif, kreatif dan mampu bekerjasama dengan bawahannya. Selama empat hari pelatihan, selain pemberian materi dalam bentuk ranah kognitif, para Beswan Djarum juga disajikan materi dalam bentuk praktis. Para trainer memberikan rangkaian simulasi pemecahan beragam masalah untuk dipecahkan dalam berkelompok. Di sela-sela padatnya acara, Beswan Djarum juga diberikan permainan (games) menarik sehingga saya nilai acara ini benar-benar mempesona dan tidak membosankan.

Minggu, 01 Mei 2011

Aku (Beswan Djarum) Menulis, Maka Aku Ada


Peserta Pelatihan Menulis
Mulailah menulis, jangan berpikir. Berpikir itu nanti saja. Yang penting menulis dulu. Tulis draf pertamamu itu dengan hati. Baru nanti kau akan menulis ulang dengan kepalamu. Kunci utama menulis adalah menulis, bukannya berpikir.” (James Whitfield Ellison)

Setiap manusia yang lahir di muka bumi membawa bakat dan potensi. Berkat bakat dan potensi yang diasah, seseorang bisa menjadi sukses dan terpandang. Tinggal bagaimana kesungguhan seseorang itu menggali dan mengasahnya. Ibaratkan pisau, apabila ia sering diasah, akan menjadi tajam. Sebaliknya, apabila tidak diasah, pisau itu tetap tumpul dan sulit dimanfaatkan untuk memotong barang apapun. Otak manusia pun begitu.

Ada yang mampu mengasah bakatnya dengan baik. Salah satu contohnya beberapa tokoh terkenal Indonesia yang tekun mengasah di bidang tulis menulis. Misalnya, Goenawan Mohamad, Rendra, Kuntowijoyo, Umar Kayam, Gus Dur, Gus Mus, Nurcholis Madjid, Emha Ainun Nadjib dan masih banyak lagi yang lainnya. Mereka mampu membaca dan mengembangkan bakatnya dengan baik. Bahkan mereka menginspirasi banyak orang. Bagaimana dengan diri kita, sudahkah mengasah bakat yang kita miliki dengan baik?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...