Rabu, 20 Oktober 2010

Mendambakan Guru Teladan

Peran guru dalam proses pembelajaran di sekolah sangat penting dan dominan bagi keberhasilan peserta didik.  Hal ini tidak lepas dari peran serta para pengajar  dalam mentransfer pengetahuan (tranfer of knowlegde) kepada anak didik baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik.  Karena itu, wajar bila posisinya sangat vital bagi masa depan anak bangsa.

Sesuai dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang mewajibkan negara mencerdaskan bangsa. Di sini, sosok seorang guru hadir memainkan peranan penting untuk benar-benar bisa “digugu dan ditiru” sebagai wujud realisasi amanat UUD. Di lembaga pendidikan, guru adalah tumpuan harapan bagi terciptanya generasi unggul. Pertanyaan yang kemudian timbul, seperti apakah kriteria ideal bagi sosok guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa?


Kriteria umum seorang guru, paling tidak harus memiliki kompetensi ilmu pengetahuan (kompetensi profesional) yang luas sesuai dengan bidang studi yang ditekuninya. Di samping itu, guru juga harus memiliki kemampuan pribadi (kompetensi personal) yang kuat dalam menghadapi persoalan yang dihadapi para peserta didik. Jadi, tidak hanya sekedar “mengajar sambil lalu”, akan tetapi hasil dari proses pembelajaran benar-beanar diperoleh setelahnya. Karena sebenarnya, puncak kesuksesan proses transformasi keilmuan bergantung kelihaian pada guru mengajarkan ilmu pengertahuan pada peserta didik. Jadi, selama bertahun-tahun menempuh pendidikan tidak terbuang begitu saja tanpa memberikan nilai-nilai keilmuan berarti.

Jumat, 01 Oktober 2010

Opini Para Tokoh tentang Buku Asa Itu (Masih) Ada


Judul Buku : Asa Itu (Masih) Ada
Penulis : M Nurul Ikhsan Saleh, dkk.
Penerbit : ANBTI, Jakarta Selatan
Cetakan : Oktober, 2010
Tebal : xxii + 214 halaman

”Saya kira para peserta adalah pentolan-pentolan generasi muda yang suka menulis dan tertarik dengan isu ini, serta secara umum bagi saya mereka adalah generasi muda yang cerdas dan bahkan ada beberapa peserta SMA yang materi bacaannya luas, itu mengagumkan. Saya harapkan mereka menjadi intelektual publik yang memperjuangkan kepentingan publik untuk mengarahkan opini dan pandangannya menuju sesuatu yang lebih demokratis, pro-gender, dan pro-HAM. Menulis adalah perluasan berpikir. Berlatih menulis dengan jujur berarti juga berlatih berpikir kritis yang artinya kita sedang mencerdaskan diri sendiri dan bangsa.”
Ayu Utami – Novelis

”Esai-esai yang saya baca dari para peserta luar biasa. Mereka sungguh menunjukkan potensi-potensi besar untuk menjadi para penulis terbaik di masa mendatang. Tentu saya berharap bahwa bibit yang sudah baik ini akan terus dirawat oleh diri sendiri, dengan cara terus belajar, terus membaca, dan pengembangan diri terus-menerus. Tanpa itu bibit yang baik, akan hanyut atau tenggelam tanpa sempat berkembang lebih jauh. Sebagai kumpulan, pastilah buku ini adalah gado-gado, tapi mari kita nikmati gado-gado sebagai gado-gado, bukan sebagai sop buntut atau sate ayam. Gado-gado dalam keberagamannya menawarkan suatu kenikmatan tersendiri.”
Ignatius Haryanto – Direktur LSPP

”Gaya hidup remaja saat ini jauh dari kebiasaan membaca. Maka, ketika menerima naskah-naskah yang sangat bervariasi, dan ini sangat membanggakan karena ternyata para generasi muda bangsa ini masih banyak yang peduli terhadap masalah-masalah sosial yang berkembang di sekitar kehidupan mereka. Kami berharap celah kepedulian yang telah kita buka bersama ini, dapat terus diperluas dengan daya juang tinggi para intelektual muda, yang masih memiliki kejernihan pikiran dan kemurnian hati untuk terus bangkit demi jayanya bangsa dan negeri kita, Indonesia.”
Ratna Hapsari Rudjito – Guru Sejarah

”Inilah Indonesia menurut orang muda. Coretan-coreta mereka merupakan cermin opini, kegelisahan, kekecewaan, sekaligus harapan tentang Indonesia yang lebih baik. Dari seribuan naskah yang saya baca, ada satu hal yang sangat dominan, yakni mereka mempunyai mimpi Indonesia menjadi ’rumah’ yang baik bagi mereka. Rumah yang memberi rasa aman, rumah yang toleran atas segala perbedaan, rumah yang memberi damai yang berbasis keadilan, dan sebagainya. Kalau mau melihat Indonesia, bacalah tulisan mereka. Inilah Indonesia!”
Sigit Kurniawan – Penulis Muda
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...