Selasa, 31 Agustus 2010

Guru dan Jiwa Profesionalisme


Sampai saat ini, persoalan rendahnya kualitas guru di republik kita masih bagitu kompleks. Seorang guru pun seringkali jatuh dalam kecenderungan mengalihkan persoalan dalam memahami persoalan pengembangan profesionalnya sendiri. Alih-alih mengoreksi diri, kita para guru bisa lebih mudah menyalahkan pembuat kebijakan, entah itu pada tingkat sekolah maupun dalam tingkat pemerintahan. Kalau ada siswa yang selalu tertinggal, kita lebih suka menyalahkan siswa yang tidak mau belajar. Bukankah tugas guru adalah mengajar dan tugas siswa adalah belajar? Kalau siswa tiak mau belajar, meskipun gurunya sudah susah payah mengajar bukankah kesalahan itu terletak pada siswa dan bukan pada guru? Begitu salah satu alasan yang sering kita dengar keluar dari mulut guru ketika para siswa tidak mau belajar sehingga nilainya buruk.

Singkatnya, yang salah dalam dunia pendidikan selalu berada di luar diri guru. Jika model cari kambing hitam ini yang menjadi cara bertindak guru sebagai pendidik, saya khawatir kita akan kehilangan kesempatan untuk memaksimalkan ruang-ruang lain yang masih bisa kita masuki untuk pengembangan guru serta menemukan jalan-jalan keluar yang lebih realistis. Kita semestinya mulai mengarahkan analisis situasi ini pada apa yang sesungguhnya terjadi di lapangan dan dialami para guru, dan bagaimana guru sendiri bergulat dengan dinamika perubahan dalam rentang perjalanan kehidupan professional mereka sebagai guru.

Rabu, 11 Agustus 2010

Pengelolaan Tata Ruang Ramah Lingkungan

Kerusakan lingkungan di Indonesia tambah hari semakin memprihatinkan. Seperti halnya laju kerusakan hutan yang mencapai 2,8 juta hektar per tahun. Kerusakan hutan dan lahan menyebabkan terjadinya banjir di mana-mana saat musim hujan tiba. Bencana banjir menimbulkan korban jiwa dan dampak lain yaitu menyebarnya banyak penyakit bukan hanya di kalangan masyarakat desa tapi juga masyarakat perkotaan. Kerusakan lingkungan ini antara lain disebabkan terjadinya alih fungsi lahan baik pada kawasan hutan, pedesaan maupun perkotaan. Kawasan hutan banyak ditebang, diserobot dan dirambah. Keadaan serperti ini bahkan berlanjut terus setiap tahun, dapat dibayangkan betapa akan merosotnya kondisi lingkungan.

Memang banyak hal yang menyebabkan semakin maraknya kerusakan dan pencemaran lingkungan. Akhir-akhir ini menggejala bahwa kerusakan lingkungan banyak dipicu pembangunan yang tidak terkendali dan kurang memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan. Kesadaran masyarakat untuk berperan aktif menjaga dan melestarikan lingkungan tampaknya juga masih rendah, terbukti dari banyaknya masalah lingkungan yang timbul akibat ulah masyarakat, seperti pembalakan hutan, pemanfaatan kawasan lindung, dan sebagainya. Saat sekarang ini tengah meningkat kebutuhan dan persaingan dalam penggunaan lahan baik untuk keperluan produksi pertanian maupun untuk keperluan lainnya memerlukan kebijakan pemanfaatan yang paling tepat, mengingat keterbatasan sumber daya lahan.

Minggu, 01 Agustus 2010

Sinopsis untuk Buku Islam National Character Building dan Etika Global


Judul Buku : Islam National Character Building dan Etika Global
Penulis : M Nurul Ikhsan Saleh, dkk.
Penerbit : Bagian Kemahasiswaan UIN Jogja
Cetakan : Agustus, 2010
Tebal : vi + 167 halaman

Krisis sosial budaya yang meluas dapat disaksikan dalam berbagai modus disorientasi dan dislokasi, seperti disintegrasi sosial-politik yang bersumber dari euforia kebebasan yang nyaris kebablasan, lenyapnya kesabaran publik dalam menghadapi kehidupan yang semakin sulit sehingga mudah marah dengan melakukan berbagai tindak kekerasan dan anarki, merosotnya penghargaan dan kepatuhan terhadap hukum, etika, moral, dan kesatuan, semakin meluasnya penyebaran narkoba dan patologi sosial, dan lain-lain.

Disorientasi, dislokasi dan krisis sosial-budaya tersebut selain merupakan dampak dari pendidikan yang kurang mengembangkan karakter pribadi maupun bangsa juga merupakan ekses dari semakin meningkatnya penetrasi dan ekspansi budaya global sebagai akibat proses globalisasi yang terus tidak terbendung dan nyata-nyata membawa dampak signifikan.

Terkait dengan itu, perguruan tinggi Islam, khususnya Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, merasa terpanggil untuk memberikan sumbangsihnya melalui pemikiran kreatif-solutif. Sumbangsih ini salah satunya diwujudkan dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah yang diperuntukkan bagi sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga, khususnya para mahasiswa, dan pembaca umumnya, terutama terkait dengan upaya bagaimana mewujudkan spirit Islam untuk mendorong terciptanya etika global dalam membangun karakter bangsa.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...