Jumat, 21 Mei 2010

Guru Pelaku Perubahan

Guru menjadi tulang punggung perubahan dalam pembelajaran di lembaga pendidikan. Kemana akan dibawa proses pembelajaran tergantung pada profesionalisme guru. Proses internalisasi ilmu pengetahuan dipengaruhi sejauh mana kemampuan seorang guru ini menguasai materi dan kemampuan menyampaikan dalam kelas. Mustahil anak didik bisa menerima pelajaran dengan baik tanpa ada kemampuan mendekati anak didik dengan baik.


Saat ini, ditengah perubahan zaman dengan kecanggihan teknologi yang begitu cepat membawa posisi guru tidak lagi sebagai sumber utama pembelajaran. Anak didik banyak memanfaatkan media lain dalam belajar. Guru dituntut bisa mengikuti perubahan dan perkembangan pada diri siswa menyesuaikan dengan berjalannya zaman. Pembaharuan dalam ilmu pengetahuan selalu menuntut keilmuan yang dimiliki seorang guru. Dia harus selalu tanggap dengan informasi dan keilmuan mutakhir agar kemudian seorang guru tetap sesuai seiring perubahan itu sendiri. Begitu guru tidak bisa menyesuaikan diri maka dia akan tergilas dengan perubahan zaman yang begitu cepat.

Rabu, 12 Mei 2010

Pencurian Ikan Kembali Mengusik


Harga diri bangsa kita kembali terusik. Polisi kelautan Malaysia menangkap tiga anggota patrol pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan sesaat setelah patrol KKP menangkap pencuri ikan asal Malaysia pada 13 Agustus lalu di perairan Tanjung Berakit, pulau Bintan, kepulauan Riau. Kasus ini bukanlah yang pertama. Bahkan, setiap tahun kasus serupa hampir selalu terjadi.

Jika dilihat kemasa lalu, maraknya praktik pencurian ikan ini bermula dari diterbitkannya sekitar 7.000 Surat Ijin Penangkapan Ikan (SPI), yang ternyata diperkirakan 70% digunakan oleh Kapal Asing berbendera Indonesia. Masalah perizinan inilah yang menurut TNI AL menjadi biang pencurian ikan, di samping keterbatasan fasilitas pengawasan. Akan tetapi, TNI AL lupa bahwa masalah itu juga tidak lepas dari peran oknum TNI AL yang berkolaborasi dengan nelayan asing. Juga sering dilupakan bahwa jaksa, pengadilan, dan bea cukai yang juga bagian dari rantai masalah kapal asing. Apa artinya peran TNI AL yang menangkap kapal asing kalau pada akhirnya mentah di tingkat penyidikan atau pengadilan?

Sabtu, 08 Mei 2010

Acara Adat Babat Dalan Sodo


Kebudayaan merupakan hasil dari kreatifitas manusia yang didasari oleh daya cipta, rasa, karsa dan budi nurani. Pikiran dan perbuatan manusia yang dilakukan secara terus-menerus pada akhirnya menjadi sebuah tradisi. Budaya sebagai hasil tingkah laku manusia atau kreasi manusia memerlukan alat penghantar untuk menyampaikan maksud. Medium itu dapat berbentuk bahasa, warna, benda, suara, tindakan, yang kesemuanya itu merupakan simbol-simbol dalam budaya.

Seperangkat simbol dalam suatu upacara keagamaan, hakekatnya bermakna sebagai pengatur tingkah laku disamping berfungsi sebagai sumber upacara keagamaan, dapat pula dikatakan sebagai sarana komunikasi dan bahkan sarana sosialisasi pada masing-masing upacara. Upacara adat Babat Dalan Sodo di Desa Sodo Paliyang Gunung Kidul Yogyakarta mempunyai arti penting bagi masyarakat di Desa Sodo, mereka percaya agar seluruh warga Desa diberi keselamatan dan dijauhkan dari bencana yang akan mengancam.

Rabu, 05 Mei 2010

Tradisi Begalan; Simbol Tanggung Jawab Moral Masyarakat


Tradisi begalan adalah bagian dari rangkaian upacara perkawinan adat Banyumas yang dilakukan apabila perkawinan itu terdiri dari pasangan anak sulung dengan anak sulung, anak sulung dengan anak bungsu dan anak bungsu dengan anak bungsu. Tradisi berbentuk kesenian yang berupa perpaduan antara seni gerak, seni bertutur dan gendhing banyumas ini menggunakan brenong kepang (perkakas dapur) dan alur permainan sebagai simbol.

Simbol-simbol berupa alat dapur yang ada dalam begalan mengandung dua unsur makna, yaitu sebagai simbol bajang sawan (godaan dan gangguan) yang akan merintangi perjalanan hidup kedua mempelai. Di samping itu brenong kepang disebut juga mengandung makna tentang tata cara berkehidupan dalam sebuah rumah tangga yang baik. Sedang alurnya menggambarkan bagaimana bajang sawan tersebut dihilangkan dengan jalan dirampas, yang kemudian diperebutkan oleh para penonton atau tamu undangan untuk mengambil manfaat dari barang-barang tersebut. Simbol-simbol dalam begalan ini bertujuan untuk menghilangkan bajang sawan yang akan merintangi perjalanan hidup kedua mempelai.

Minggu, 02 Mei 2010

Kraton; Sarana Inspirasi Problematika Bangsa


Dalam kehidupan berbangsa, sebuah masyarakat yang beradap tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai budaya dan sejarah masa lampaunya. Karena tanpa melibatkan dua hal tersebut, suatu bangsa akan kehilangan identitas dan jati diri sebagai bangsa. Bila bangsa kehilangan identitas dan itu terus dibiarkan, bukan tidak mungkin pada gilirannya bangsa itu akan hilang, bahkan musnah. Kita tidak menginginkan hal yang sangat mengerikan ini terjadi.

Kita bersama dapat merasakan kenyataan yang sedang terjadi saat ini. Akhir-akhir ini kita rasakan kesedihan, manakala bangsa ini perlahan mulai meninggalkan nilai-nilai budaya dan sejarah masa lalu. Bangsa ini seperti kehilangan jati diri sehingga jauh dari kekuatan spritual yang pernah dimiliki oleh generasi masa lampau.

Bangsa ini seperti lupa bahwa sumber budaya merupakan cikal bakal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sejarah telah mencatat bahwa ketika bangsa ini melakukan perlawanan terhadap penjajah, sumber budaya itu menjadi mata air inspirasi yang tak pernah kering bagi perjuangan dan perlawanan terhadap penjajah.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...