Jumat, 06 November 2009

Pelajaran Untuk Guru Muda


Judul Buku : The Art of Teaching
Penulis : Jay Parini
Penerbit : Pustaka Pelajar
Cetakan : Pertama, Oktober 2009
Tebal : vii + 190 halaman

Mengajar bukanlah sebuah kerja sebagaimana layaknya pekerjaan untuk menghasilkan uang. Seorang guru dibebani tugas untuk membangun siswa kepada alam realitas, memberikan pengantar yang ketat bagi sebuah disiplin tertentu, dan menciptakan kesadaran tentang tanggung jawab mereka sebagai warga negara yang dilatih dalam seni berpikir kritis. Tentu saja, banyak anak muda di dunia ini yang belum pernah diasuh dengan cara yang demikian, bahkan mungkin termasuk mereka yang tergolong cerdas sekalipun.

Pendidikan tidaklah sepantasnya selalu mengajarkan mengenai masa lalu, akan tetapi sebanyak mengenai masa depan. Mengenai hal ini, Paulo Freire, seorang teoritisi pendidikan, pernah mengingatkan bahwa “Berpikir sejarah sebagai kemungkinan adalah mengakui pendidikan sebagai kemungkinan.” Artinya, mengakui bahwa jika pendidikan tidak dapat menyelesaikan semua, setidaknya pendidikan mampu menghasilkan beberapa hal penting.

Dalam buku The Art of Teaching ini penulis, Jay Parini mencoba berpikir mendalam tentang hal-hal tersebut dan mempertimbangkan konteks-konteks untuk mencapainya. Dimulai dengan bab pembuka yang autobiografis tentang pengalaman Parini dalam sistem pendidikan di Amerika Serikat dan Inggris, selanjutnya Parini memikirkan sepak terjang dan aspek-aspek dalam kehidupan mengajar bahkan mengenai bagaimana guru mengenakan pakaian di kelas, cara-cara untuk mengembangkan personal guru yang individual, cara-cara agar kita dapat berhasil menjadi guru, dan terus membudayakan diri untuk menulis dan melakukan penelitian pada saat yang bersamaan.

Di bagian selanjutnya, Parini mengamati lebih dekat hal-hal mendasar dalam kehidupan mengajar dan perjalanannya bagaimana harus mengatur perkuliahan, seminar, dan jam kantor. Parini mengupas sampai pada permasalahan politik yang komplek sehubungan tanggung jawab seorang guru yang lebih luas pada masyarakat demikian juga pada para siswa. Di bagian “Surat untuk Para Guru Muda,” Parini mengungkap dengan terbuka kepada para guru muda mengenai profesi ini, tentang situasi-situasi sulit yang mungkin akan mereka alami, dan juga mengenai peluang-peluang yang ada. Parini mencoba memasukkan dalam “surat” ini segala hal yang sangat ingin penulis dengar dari seseorang dulu di awal karier penulis sebagai seorang guru.

Parini mengungkapkan semua itu di atas dari sudut pandang seorang guru di perguruan tinggi yang telah bekerja di dalam kelas selama lebih dari 30 tahun. Parini disela-sela mengajar juga sering berkontribusi atas sejumlah esai mengenai segala aspek dalam mengajar dan budaya pendidikan di jurnal-jurnal internasional. Beberapa topik yang termasuk di dalamnya dimunculkan kembali dalam beberapa halaman di buku ini dalam versi yang telah direvisi agar relevan dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini.

Kehadiran buku ini akan sangat membantu bagi siapa pun peminat dunia pendidikan terutama bagi para guru muda sebagai bahan referensi dan sumbangan gagasan inspiratif dari penulis bagi sistem pendidikan yang semakin komplek. Namun, disamping banyak kelebihan dalam buku ini masih ada beberapa gagasan yang selayaknya butuh direinterpretasi jika hendak diterapkan dalam sistem guruan kita. Hal tersebut sangatlah wajar karena adanya beberapa perbedaan latar belakang penulis yang hidup di dunia Barat dengan yang di Indonesia.

Bagi Parini mengajar merupakan profesi yang menantang dan seru apabila seorang guru mampu menghayatinya dengan seksama. Maka dari itu seorang guru haruslah memahami dan mempersiapkan secara utuh proses pengajaran sebelum benar-benar terjun di lapangan.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...