Sabtu, 29 Agustus 2009

Krisis Guru Profesional


Membincang persoalan profesionalisme guru di negeri ini, menarik untuk kita angkat kembali, ditengah semakin tingginya kebutuhan akan guru yang profesional dalam era yang serba pesat perkembangan ilmu pengatahuan. Guru sebagai harapan utama dalam kesuksesan proses pendidikan di sekolah dalam mendidik peserta didik sangatlah menempati posisi penting. Sehingga ketika tuntutan akan profesionalisme guru semakin gencar, ini menjadi wajar, untuk mendapat perhatian yang serius baik bagi para pemegang kebijakan disekolah ataupun dalam pemerintahan.

Di sini, ketika guru dijadikan sebagai tonggak utama atas semua proses pembelajaran di sekolah adalah sebagai hal yang sangat prinsipil untuk kita perhatikan karena dialah yang menjadi harapan akan keefektifan proses pembelajaran. Maka dari itu, guru dituntut untuk selalu memperbaharui pengetahuan yang dia miliki, karena pengetahuan yang dimiliki di masa lalu tentu tidaklah semuanya relevan dengan zaman sekarang. Perubahan zaman telah merubahan berbagai kemajuan di berbagai sekor, baik perkembangan dalam bidang informasi, telekomunikasi, dan transportasi yang membuat wajah dunia semakin tampak berbeda dengan waktu yang singkat.

Rabu, 19 Agustus 2009

Sekolah yang Gagal


Pernahkah kita bertanya, untuk apa orang-orang membuang waktu, uang, dan tenaga hanya untuk menempuh persekolahan? Tentu, banyak orang yang akan menjawab pertanyaan ini dengan alasan bahwa hanya dengan sekolahlah kita bisa mengangkat derajat kita dari kebodohan dan ketertinggalan. Tapi pertanyaan yang muncul kemudian, betulkah demikian? Jika kita lihat seiring perjalanan waktu, bahkan sudah sejak dari dulu masih banyak orang bertindak semena-mena, saling membunuh, saling caci maki, saling benci, bahkan sampai saat sekarang pun sifat seperti itu masih saja terjadi atau bahkan malah semakin menguat saja.

Selanjutnya, kita juga patut mempertanyakan, betulkan sekolah telah sukses mendidik peserta didik agar lebih baik dalam bertingkah? Pertanyaan inilah yang seharusnya kita dengungkan untuk mengevaluasi apa-apa yang telah kita canangkan. Jika memang sekolah belum sukses membawa anak didik sesuai dengan yang diinginkan, apa saja faktor yang menjadi penyebab atas ketidak suksesan semua ini? Mari kita lihat beberapa persoalan di bawah ini;
Pertama; meningkatnya pengangguran, dewasa ini fenomena pengangguran semakin membengkak saja, para peserta didik baik yang sudah lulus dari jenjang sekolah menengah atas, bahkan sampai perguruan tinggi, masih saja merasa kebingungan menentukan langkah setelah kelulusannya. Mereka tidak menemukan pekerjaan. Sebenarnya ada beberapa faktor yang menyebabkan fenomena pengangguran ini, bisa saja dikarenakan belum suksesnya lembaga persekolahan memberikan skill kepada mereka untuk memiliki kemampuan agar bisa diserap oleh dunia kerja. Bisa juga dari faktor ketidak sesuaian antara keilmuan yang dimiliki dengan kebutuhan dunia kerja yang ada.

Sabtu, 15 Agustus 2009

Mempertanyakan Kualitas Pendidikan Islam


Pendidikan Islam selalu menarik untuk kita kaji bersama, dengan kompleksitas persoalan yang dimiliki menjadi tanggung jawab pelaku pendidikan Islam untuk memformulasikan pembaharuan kedepan. Hal ini bertujuan untuk kembali merumuskan alternatif atas problema yang bergulir selama beberapa tahun belakangan, setelah kemunduran keilmuan Islam sejak abad ke tujuh sampai abad kedua belas. Sebagai umat muslim, saya harus mengakui akan kemunduran itu, begitu juga dengan kemajuan sain dan teknologi, umat muslim tertinggal jauh dari Barat. Mereka sudah terlalu jauh melangkahinya, sehingga untuk menyeimbangi saja agar setara degnan mereka saja umat muslim harus melakukan reorientasi secara menyeluruh atas semua metode dan cara-cara yang dianggap sudah usang digunakan.

Akibat dari itu semua, banyak dari kalangan kita harus berbondong-bondong belajar ke dunia Barat. Karena bisa dibilang dengan kemajuan ilmu pengetahuan di barat, dunia barat telah menguasai ilmu pengetahuan dunia. Sehingga tidak bisa dielakkan lagi bagi umat muslim untuk mengakui akan kehebatan mereka dalam kancah percaturan global ini. Memang sangat ironis sekali jika umat Islam akan terus-menerus hanya belajar kepada mereka, sehingga kita tidak cepat mandiri. Melihat realitas ini, sebenarnya banyak alasan yang menjadi penyebab mengapa kalangan umat Islam sendiri tidak maju-maju.

Kamis, 06 Agustus 2009

Etika, Politik dan Postmodernisme


Judul Buku : Postmodernisme
Penulis : Kevin O’donnell
Penerbit : Kanisius
Cetakan : Pertama, 2009
Tebal : 164 halaman

Para filsuf berusaha mendasarkan etika pada masyarakat atau pada jiwa rasional. Etika merepresentasikan tradisi sosial, yang membentuk dan membimbing kita, atau ditulis ke dalam bangunan alam semesta dan dapat dilihat dalam hati nurani individu sebagai sesuatu yang terberi.

Aristoteles mensugestikan bahwa etika merupakan hasil dari hidup dalam masyarakat. Orang yang baik adalah orang yang menyumbangkan keterampilannya dan bekerja sama. Keutamaan dikembangkan dan menjadi kebiasaan. Namun, Sokrates mengusik manusia untuk mempertanyakan nilai dan hukum negara. Hal-hal ini harus didasarkan pada rasio, bukan pada permainan kekuasaan dan prasikap, supaya adil dan benar, dan karena itu layak disepakati.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...