Sabtu, 27 Juni 2009

Menggairahkan Kembali Kaum Santri


Judul Buku : Politik Santri; Cara Menang Merebut Hati Rakyat
Penulis : Abdul Munir Mulkhan
Penerbit : Impulse dan Kanisius
Cetakan : Pertama, 2009
Tebal : 304 halaman

Dalam perkembangannya yang terakhir, kehidupan sosial-politik pemeluk Islam Indonesia cenderung berbeda dengan gejala sebelum reformasi 1998. Berbagai gagasan baru Islam muncul terutama dari kalangan generasi muda santri yang tidak seluruhnya bisa dirujukkan pada konsep-konsep klasik Islam yang salama ini menjadi referensi utama gerakan sosial dan politik Islam.

Anak-anak muda santri itu kini tidak hanya terlibat aktif di dalam partai berbasis Islam, tapi juga dalam partai berbasis budaya sekuler dan nasionalis. Bersamaan itu muncul pula berbagai organisasi sosial Islam baru seperti menandingi Muhammadiyah, NU, dan berbagai organisasi Islam yang sudah ada sejak sebelum kemerdekaan seperti Persis, Al-Washiyah, dan Tarbiyah, atau lainnya. Sebagian di antara aktor muda gerakan Islam tersebut juga aktif dalam berbagai gerakan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Minggu, 14 Juni 2009

Teori Pembaharu Habermas


Judul Buku : Kritik Idiologi
Penulis : F. Budi Hardiman
Penerbit : Kanisius
Cetakan : 2009
Tebal : 236 halaman

Jurgen Habermas tidak diragukan lagi merupakan filsuf Jerman terpenting dewasa ini. Tulisan-tulisannya sejak lebih dari 20 tahun dibicarakan di fakultas-fakultas filsafat Eropa kontinental. Sejak tahun 1970-an semakin daripadanya banyak diterjemahkan juga ke dalam bahasa Inggris dan bahasa lain.

Mempelajari Habermas bukan pekerjaan mudah. Gagasan-gagasannya biasanya tidak diutarakannya secara langsung, melainkan selagi membahas pikiran orang lain. Dengan leluasa ia berdialog dengan Thomas Aquinas dan Kant, dengan Fichte, Hegel, Marx dan Comte, dengan Freud dan Dilthey, dengan Pierce, Kohlberg dan banyak tokoh lain.

Selasa, 02 Juni 2009

Pendidikan Berbasis Masyarakat


Judul Buku : Sekolah Masyarakat
Penulis : Wahyudin Sumpeno
Penerbit : Pustaka Pelajar
Cetakan : Pertama, Mei 2009
Tebal : xv + 329 halaman

Kemiskinan di dunia ketiga merupakan masalah sosial terbesar di zaman ini. Sejak lebih dari tiga puluh tahun negara-negara makmur telah memberikan bantuan ratusan miliar dolar kepada negara berkembang dan miskin untuk meningkatkan laju pertumbuhan dan kesejahteraan. Namun, perubahan itu tidak seperti yang dibayangkan, angka pengangguran dan anak putus sekolah semakin tinggi, dan ketergantungan dunia ketiga pada bantuan internasional semakin besar.

Hasil pembangunan di semua negara berkembang hanya 10 hingga 20 persen penduduk saja yang menikmati hasilnya, sisanya terjebak dalam kemiskinan. Pertanyaan selanjutnya, apakah strategi dan titik berat pembangunan yang dicanangkan lebih dari tiga dasawarsa di atas bendera bantuan internasional benar-benar mencerminkan kebutuhan dan persoalan sebenarnya? Apakah masyarakat terpinggirkan telah memeroleh haknya untuk melakukan perubahan atas dirinya?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...