Sabtu, 28 Februari 2009

Bahaya Neoliberalisme Pendidikan


Paham neoliberal telah merasuki para pemikir pendidikan di dunia. Dikatakan John Williamson, bahwa pendidikan menjadi sebagai komoditi dan tunduk kepada hukum pasar. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membutuhkan biaya besar maka orang berlomba-lomba membuat sekolah-sekolah yang mahal dengan bayaran tinggi. Lahirlah sekolah-sekolah elite yang hanya menampung anak-anak dari keluarga kaya. Pendidikan menjadi tidak demokratis dan hanya merupakan milik lapisan masyarakat yang berada.
Sekolah-sekolah mementingkan apa yang berguna berdasarkan paham pragmatisme, artinya menyediakan pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan yang sekarang. Dengan demikian sekolah bukanlah mengasah kemampuan intelektual untuk hidup secara cerdas tetapi yang dapat memberikan keuntungan yang lebih banyak bagi yang menguasainya. Academic excellence bukan merupakan tujuan dalam pendidikan. Yang terpenting ialah menghasilkan keterampilan ataupun penguasaan-penguasaan ilmu-ilmu praktis yang segera dapat memberikan manfaat pada yang memilikinya.

Sekolah-sekolah kejuruan dilihat sebagai tempat untuk menguasai ilmu pengetahuan terapan dan bukan, misalnya untuk mengasah akal budi dan menikmati seni. Pada tingkat pendidikan tinggi muncullah perspektif-perspektif baru yaitu komersialisasi pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi bukan lagi dilihat sebagai lembaga yang memberikan kenikmatan dalam penguasaan ilmu pengetahuan tetapi dikembangkan untuk memperoleh lisensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja dengan bayaran yang tinggi.

Senin, 23 Februari 2009

Sejarah Cina


Judul Buku : History of China
Penulis : Ivan Taniputera
Penerbit : Ar-Ruzz Media
Cetakan : Pertama, 2008
Tebal : 693 halaman

Buku ini menyajikan secara gamblang dan sistematis sejarah Cina dari zaman ribuan tahun sebelum masehi hingga era mutakhir. Berbagai dinasti yang memang sudah terkenal dalam sejarah China dikisahkan begitu menarik dan mencerahkan. Buku yang bisa menjadi sebuah media acuan, pemahaman, pembelajaran, dan juga pengayaan intelektual kita sebagai manusia yang hidup di zaman ini. Dilihat dari perjalanannya yang panjang, sejarah China telah memberikan sebuah penampakan yang sangat mengagumkan dan memesona di bidang budaya, politik, ilmu pengetahuan, filsafat, pengobatan, kehidupan ekonomi, dan perjalanannya deribasi agama yang begitu dinamis.

Sejarah telah membuktikan bahwa Cina adalah sebuah negara-bangsa yang berhasil melalui berbagai episode kehidupan, dengan akhir kisah yang tragis maupun bahagia. Dari sebuah bangsa besar yang dipimpin oleh berbagai dinasti, Cina harus melewati dulu “masa penghinaan” oleh kekuatan Eropa sejak pertengahan abad ke-19 sebelum pada akhirnya “dibebaskan” oleh kekuatan komunis di bawah pimpinan Mao Zedong pada tahun 1949.

Sabtu, 21 Februari 2009

Garebeg; Sumber Kearifan Keraton


Garebeg atau gerbeg dalam bahasa Jawa memiliki makna ‘suara angin menderu’. Sedangkan kata hanggarebeg mengandung makna ‘mengiring raja, pembesar, atau pengantin’ (Soelarto, 1980:27). Sedangkan kata ‘garebeg’ di Kraton Yogyakarta mempunyai makna khusus yaitu upacara kerajaan yang diselenggarakan untuk keselamatan Negara (wiujengan negari), yaitu berupa keluarnya gunung dari keraton untuk diperebutkan oleh para pengunjung sebagai kucah dalem (sedekah raja) untuk rakyatnya. Upacara Garebeg yang dilaksanakan oleh Keraton Yogyakarta terdiri dari tiga macam, yaitu Garebeg Mulud untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad s.a.w, Garebeg Syawal untuk merayakan hari raya Idul Fitri, dan Garebeg Besar untuk merayakan hari raya Idul Adha. Jadi setiap tahun Kraton Yogyakarta menyelenggarakan upacara garebeg sebanyak tiga kali.

Garebeg Mulud diselenggarakan pada setiap tanggal 12 bulan Mulud untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. Garebeg Syawal diselenggarakan setiap tanggal 1 bulan Syawal untuk merayakan hari kemenangan umat Islam setelah selama sebulan penuh menjadi ibadah puasa di Bulan Ramadlan. Garebeg Syawal sering juga disebut Garebeg Pasa atau Garebeg Bakda yang maksudnya upacara Garebeg yang diselenggarakan sehabis puasa pada bulan suci Ramadhan. Sedangkan Garebeg Besar diselenggarakan setiap tanggal 10 bulan Dzulhijah untuk memperingati hari raya Haji atau hari raya Idul Adha. Disebut Garebeg Besar karena hari raya ‘Idul Adha’ juga disebut al-ied al kabir yang mempunyai makna ‘perayaan besar’, maka bulan Dzulhijah untuk Idul Adha disebut ‘Garebeg Besar’.

Jumat, 20 Februari 2009

Catatan Kelam di Vatikan


Judul Buku : Skandal Seks di Vatikan Abad 21; Sex, Crime, dan The Vatican
Penyunting : Abu Salma Ibnu Yahya
Penerbit : Beranda, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, 2008
Tebal : xii + 316 halaman

“Saya tidak akan pernah membiarkan anak-anak saya bersama dengan pastor tanpa pengawasan.” Begitulah gambaran pernyataan dari beberapa orang yang sudah menyaksikan film dokumenter Panorama BBC berjudul Sex Crimes and The Vatican, yang transkip lengkapnya ada di buku Skandal Seks di Vatikan Abad 21 ini. Pertama kalinya ditayangkan oleh TV BBC pada tanggal 1 Oktober 2006, wawancara ekslusif tentang kejahatan seksual para pastor ini segera menyentak publik, khususnya umat Katolik di Barat. Sejak saat itu, film berdurasi 39 menit ini menduduki rating tertinggi permintaan download gratis di pelbagai website.

Mengapa orang dari pelbagai belahan dunia begitu ingin tahu film ini? Isu panas apakah yang diangkat? Sebagaimana judulnya, Sex Crimes and The Victican mengungkap kasus kekerasan seksual oleh para pastor yang sudah dapat dikatagorikan sebagai sebuah tindakan kejahatan seks (sexual crime). Salah satu “bintang utama” film ini adalah Bapa Oliver O’Grady yang terbukti melakukan serangkaian kejahatan seksual dalam rentang waktu antara 1970-an hingga 1980-an di California. Dia di penjara selama 7 tahun, dan sekarang sudah dibebaskan dan hidup sebagai orang biasa di negeri asalnya, Irlandia.

Jumat, 13 Februari 2009

Menelisik Komparatif Prinsip Syariah


Judul Buku : Penerapan Prinsip Syariah; Dalam Lembaga Keuangan Lembaga Pembiayaan Dan Perusahaan Pembiayaan
Penulis : Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, S.H.,M.H.
Penerbit : Pustaka Pelajar
Cetakan : Pertama, Desember 2008
Tebal : XIV + 464 halaman

Adanya lembaga keuangan pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan dana sebagai sarana untuk melakukan kegiatan ekonomi, seperti mengkonsumsi suatu barang, tambahan modal kerja, mendapatkan manfaat atau nilai guna suatu barang, atau bahkan untuk permodalan awal bagi seseorang yang mempunyai usaha prospektif namun padanya tidak memiliki permodalan berupa keuangan yang memadai.

Dalam kategori lembaga keuangan bank secara yuridis dan empiris berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas undang-undang nomor 7 Tahun 1992 dikenal dua macam bank, yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Sementara dari prinsip pengelolanya dikenal adanya bank konvensional dan bank berdasarkan prinsip syariah, baik pada Bank Umum maupun Bank Perkreditan Rakyat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...