Jumat, 12 Desember 2008

Mereformasi Pembelajaran di Sekolah


Judul Buku : Brain-Based Learning; Pembelajaran Berbasis Kemampuan Otak
Penulis : Eric Jensen
Penerbit : Pustaka Pelajar
Cetakan : Pertama, November 2008
Tebal : xxii + 576 halaman

Pembelajaran berbasis kemampuan otak telah merevolusi sistem dan pola pembelajaran seseoranng lebih sistematis sejak kemunculannya sekitar 1980-an ketika semua cabang ilmu baru berkembang secara perlahan. Pada 1990-an, cabang ilmu ini telah berkembang pesat menjadi lusinan subdisiplin yang meluas. Berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang sepertinya tidak berhubungan mengemuka dalam jurnal-jurnal ilmiah menyajikan perihal imunologi, fisika, gen, emosi, dan farmologi mulai dikaitkan ke dalam artikel-artikel tentang teori pembelajaran dan teori tentang otak.

Paradigma baru yang dramatis ini, kemudian dikenal sebagai pembelajaran brain-compatible atau brain-base, yang merupakan pembelajaran berbasis pada kemampuan otak. Kehadirannya membawa berbagai implikasi yang menakjubkan bagi para guru dan pembelajar di belahan dunia. Dengan didasarkan pada disiplin-disiplin dalam ilmu saraf, biologi, dan psikologi. Pembelajaran ini mengantarkan pada pemahaman tentang hubungan antara pembelajaran dan otak kita kepada peran emosi, pola, pemaknaan, lingkungan, ritme tubuh, sikap, penilaian, musik, gerakan, gender dan pengayaan.

Dengan mengintegrasikan apa yang kini kita ketahui tentang otak dengan menggunakan standar praktik pendidikan, pembelajaran berbasis kemampuan otak memberikan sejumlah usulan dengan berbagai macam strategi supaya lembaga pendidikan dapat ditransformasikan menjadi organisasi pembelajar yang sempurna.

Melihat banyaknya penerapan oleh model-model pendidikan konvensional saat ini, banyak orang mengatakan, memang sudah saatnya. Penulis ilmiah visioner H. G. Well mengatakan, “peradaban adalah ras yang merupakan perpaduan antara pendidikan dan malapetaka.” Memang, ada urgensi bagi kita yang selama ini belum pernah kita secara kolektif, baik pada tingkat lokal maupun global, kita belum mampu membaca suasana akan berlanjutnya masa-kelam dalam pembelajaran. Terlalu banyak hal yang berada dalam resiko; kita harus mengambil tindakan untuk menyelesaikan permasalahan yang tengah menghadang.

Buku menuntut adanya inisiasi perubahan fundamental terhadap pemikiran. Banyak hal yang telah membuat kita harus berhadapan dengan permasalahan pembelajaran seperti ini. Prioritas jangka pendek, program-program pendidikan guru yang ketinggalan zaman, para pemimpin yang tak mempunyai visi, sistem yang janggal, penganggaran yang mencekik, perselisihan hierarkis, serta kecemburuan profesional semuanya memberi kontribusi terhadap permasalahan tersebut dan ini harus dihentikan.

Lebih jauh lagi, kita sendiri harus berhenti menciptakan korban baru dan melengkapi diri kita dengan strategi-strategi perubahan yang dapat dijalankan. Kita dapat memengaruhi perubahan yang dibutuhkan jika kita secara kolektif membuatnya menjadi cukup penting untuk dilakukan. Setiap strategi yang berbasis pada kemampuan otak yang dijabarkan dalam buku ini dapat dicapai oleh siapa pun dari kita.

Setiap program baru yang datang dan pergi selama tiga puluh tahun terakhir tampaknya bersikap antagonistik terhadap otak. Sekolah-sekolah harus membuka pintu-pintu kolektif mereka terhadap berbagai pertanyaan yang sederhana dan fundamental yang telah dijawab oleh ilmu pengetahuan untuk kita; bagaimana otak belajar paling baik? Bagaimanakah kita dapat menciptakan organisasi pembelajaran yang berhasil dengan otak dalam pikiran?

Penelitian terhadap apa saja yang dapat berjalan dengan baik merupakan sesuatu yang mendesak untuk dilakukan sekaligus komprehensif. Para siswa dan sekolah yang gagal adalah sebuah indikasi dari adanya sistem yang salah, bukan otak yang salah. Ketika para siswa diberikan lingkungan yang optimal bagi pembelajaran, maka tingkat kecerdasan memungkinkan semakin meningkat, kesulitan dan masalah ketidak disiplinan berkurang, kecintaan akan belajar bersemi, para administrator berfokus pada permasalahan yang sesungguhnya, dan organisasi pembelajaran tumbuh dengan subur. Singkatnya, menciptakan sebuah organisasi di sekitar cara otak belajar yang terbaik secara alami barangkali adalah reformasi pendidikan yang paling sederhana dan paling kritis yang pernah diajukan.

Setiap hari para pembelajar di suluruh dunia berlomba mengembangkan keterampilan dan pengetahuan baru berdasarkan model instruksi kemampuan otak. Kelebihan buku ini, Brain-Based Learning, karya Eric Jensen menggunakan model instruksional yang mengintegrasikan beberapa penemuan sederhana tentang fasilitas-fasilitas apa saja yang dapat mempercepat pembelajaran, pengayaan, dan reorganisasi sistem kognitif kita. Jensen secara khusus mengeksplorasi penemuan-penemuan yang ada bisa diaplikasikan dalam kelas atau lingkungan pelatihan, serta berbagai macam strategi untuk mengimplementasikan sesuatu yang telah kita pelajari tentang pembelajaran.

Buku ini sangat membantu bagi mereka yang bukan hanya ingin mengetahui tentang apa yang bisa berjalan, tetapi mengapa ia bisa dijalankan, dan bagaimana menyatukan metode-metode tersebut. Buku ini ditulis dengan istilah-istilah yang padat dan lugas, sehingga gampang dicerna bagi mereka yang baru mengenal dunia pembelajaran, dan juga bagi para guru atau pelatih.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...