Rabu, 22 Oktober 2008

Neoliberalisasi Pendidikan


Judul Buku : Tirani Kapital dalam Pendidikan
Penulis : Darmaningtyas, dkk.
Penerbit : Pustaka Yashiba
Cetakan : Pertama, 2009
Tebal : xxix + 412 halaman

Paham neoliberal telah merasuki para pemikir pendidikan di dunia. Dikatakan John Williamson, bahwa pendidikan menjadi sebagai komoditi dan tunduk kepada hukum pasar. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membutuhkan biaya besar maka orang berlomba-lomba membuat sekolah-sekolah yang mahal dengan bayaran tinggi. Lahirlah sekolah-sekolah elite yang hanya menampung anak-anak dari keluarga kaya. Pendidikan menjadi tidak demokratis dan hanya merupakan milik lapisan masyarakat yang berada.

Di Indonesia, terbukti dengan disahkannya UU Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) secara sistematis semakin memperkecil peranan negara dalam pembiayaan pendidikan. Akibatnya, hampir semua Perguruan Tinggi Negeri tidak lagi dapat diakses oleh kaum miskin, meski mereka memiliki kemampuan akademik yang baik. Pengelolaan pendidikan pun tidak berbeda dengan korporasi yang mementingkan finansial. Dijadikannnya pendidikan sebagai komuditas yang diperdagangkan itulah salah satu agenda yang didesakkan oleh WTO (World Trade Organization). Demikian pula pengesahan UU BHP tidak lepas dari tekanan Bank Dunia melalui Proyek Pengembangan Relevansi dan Efisiensi Pendidikan Tinggi.

Bahaya dari liberalisasi pendidikan (tinggi) itu sudah diingatkan oleh Phillip Altbach (Jurnal International Higher Education, No. 23.2001), yaitu bahwa jika pendidikan tinggi di seluruh dunia tunduk pada pembatasan WTO, maka dunia akademis akan diubah secara signifikan. Ide bahwa universitas melayani kepentingan publik akan melemah dan universitas-universitas akan tunduk kepada semua tekanan-tekanan komersial di pasar-pasar yang dipaksakan oleh perjanjian internasional dan ketentuan-ketentuan hukum. Tunduknya dunia akademis pada kekakuan suatu pasar yang dipaksakan oleh WTO akan menghancurkan satu dari lembaga yang paling berharga dalam masyarakat mana pun.

Buku Tirani Kapital dalam Pendidikan ini memaparkan argumentasi mengapa neoliberalisasi pendidikan adalah kebijakan yang keliru. Dengan menggambarkan praktek-praktek neoliberalisasi pendidikan selama ini secara terperinci, dampak-dampak yang ditimbulkannya, serta menjelaskan perdebatan yang ditimbulkan, serta perdebatan tentang dikeluarkannya kebijakan-kebijakan pemerintah dalam memprivatisasi pendidikan, buku ini secara cermat membongkar kesalahan berpikir para pengambil keputusan di Indonesia. Lebih dari itu, buku ini menawarkan strategi melawan neoliberalisasi pendidikan, seperti tercermin dalam UU BHP yang baru disahkan pada tanggal 17 Desember 2008 lalu.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...