Kamis, 14 Agustus 2008

Bali dan Pradoks Masyarakat Lokal


Judul Buku : Bali yang Hilang; Pendatang, Islam dan Etnisitas di Bali
Penulis : Yudhis M. Burhanuddin
Penerbit : Impulse dan Kanisius
Cetakan : Pertama, 2008
Tebal : 213 halaman

Bali tempo dulu dan bali masa kini adalah dualisme paradoks wajah Bali yang hendak dikemukakan dalam buku ini. Dengan merujuk sejarah kerajaan Jawa-Bali dan karya-karya etnografis tentang Bali dari antropolog asing, wajah Bali tempo dulu digambarkan penuh gairah dan pesona. Orang Bali, alam, budaya, dan agamanya dalam khazanah pariwisata lebih menjadi objek daripada subjek karena pertautan keempatnya semata-mata merupakan aset pariwisata Bali.

Antropolog Barat misalnya, menemukan Bali sebagai sebuah pulau, dimana budaya dan alam saling berpautan erat, tempat tinggal sebuah masyarakat mapan dan harmonis yang secara berkala digairahkan ritus-ritus yang memesona. Alamnya menyajikan keindahan Bali dalam warga gaib tridatu dan kilauan sunset dewata nawa sanga yang menggetarkan rasa-agama-budhi. Kebudayaan Bali yang diwarnai pernik-pernik yadnya menawarkan keramahan orang Bali khas Bhakti dalam tatanan dan tuntunan santun sarat pesona melalui jalinan tattawa-susila-acara. Keterpaduan antara kelimpahan upacara, kesenian dan pemandangan hijau menggambarkan ciri arkais kebudayaan Bali.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...