Minggu, 27 Juli 2008

Membincang Teori Sosial


Judul Buku : Social Theory Today: Panduan sistematis tradisi dan tren terdepan teori sosial
Penulis : Anthony Giddens, Jonathan H. Turner dkk.
Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Juni 2008
Tebal : xxvi + 720 halaman (termasuk indeks)

Buku ini akan menyuguhi pembaca pandangan-pandangan yang mewakili setiap aliran teori sosial saat ini. Sebagaimana diketahui, bahwa teori sosial merupakan sebuah ilmu yang paling beragam. Bahkan di dalamnya seringkali terjadi ketidak-sepakatan sejumlah persoalan paling mendasarnya: genre keilmuan ilmu sosial yang paling tepat, pokok persoalan yang digeluti ilmu sosial, dan prosedur analitis apa yang seharusnya digunakan.

Ketidak-sepakatan terhadap jenis apakah teori-teori sosial itu, dan semestinya ia menjadi apa, tercermin dari argumen-argumen mengenai pokok masalah paling mendasar yang dipahami teori-teori tersebut. Perdebatan di sini mencakup sejumlah pertanyaan seperti: apakah ’batasan’ dunia sosial? Apakah sifat paling fundamental dari dunia sosial? Jenis analisis sifat apa yang paling memungkinkan dan/atau tepat? Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan inilah, maka kemudian konsep-konsep filosofis lama-seperti reduksionisme, realisme dan nominalisme muncul kembali.

Minggu, 20 Juli 2008

Membedah Kesalahan Lima Pemimpin Indonesia


Judul Buku : Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia
Penulis : Ishak Rafick
Pengantar : Rizal Ramli
Penerbit : Ufuk Publishing House
Cetakan : I Januari 2008
Tebal : 440 halaman

Ishak Rafick adalah seorang jurnalis yang memiliki pengalaman belasan tahun, menulis berbagai artikel tentang ekonomi politik, korporasi, menajemen dan lain-lain. Ishak yang alumnus Universitas Indonesia ini, juga mendapatkan gelar Master of Art dari Rijks Universiteit Leiden Netherland dengan tesis berjudul Het Beeld van Indonesia in the 20-steewse Koloniale Literatuur -Wajah Indonesia dalam Literatur Kolonial Abad 20. Ishak juga tergolong orang yang sering mengikuti berbagai jenis training di dalam maupun luar negeri dalam bidang jurnalistik maupun manajemen seperti Nijenrode Management Institute, Breukelen Netherland. Dengan latar belakang pengetahuan yang sangat luas itulah Ishak kemudian menelorkan buku Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia.

Buku ini merupa kan sebuah karya dan prestasi yang menonjol karena jarang jurnalis Indonesia menulis buku, terutama tentang topik yang cukup serius. Sebagai seorang jurnalis, style penulisan Ishak sangat mudah dimengerti, enak dibaca walaupun memerlukan waktu yang cukup panjang untuk dapat memahami garis merah dari buku ini. Hal itulah yang sebenarnya menjadi daya tarik tersendiri dari buku ini, karena penulis tidak menjejalkan kesimpulannya sendiri kepada pembaca.. Dia lebih memaparkan duduk perkaranya daripada menggurui. Gaya bahasanya tidak berbentuk telling, tapi showing. Dia menantang pikiran, sekaligus menggugah nurani.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...