Sabtu, 24 Mei 2008

Wajah Manusiawi Globalisme


Judul Buku : Runtuhnya Globalisme Dan Penemuan Kembali Dunia
Judul Asli : The Callapse of Globalism and Reinvention of the World
Penulis : John Ralston Saul
Penerjemah : Dariyantno
Penerbit : Pustaka Pelajar
Cetakan : Pertama, April 2008
Tebal : xvi + 516 halaman

Globalisasi telah menyusutkan ruang dan waktu. Ini tercermin dengan peningkatan interkoneksi dan interdependensi sosial, politik, ekonomi, dan kultur dalam skala global.

Namun tidak semua orang merasakan globalisasi dengan cara yang sama. Kenyataannya, orang-orang yang hidup di berbagai belahan dunia dipengaruhi oleh transformasi besar struktur sosial dan zona kultural dengan sangat beragam. Globalisasi tampaknya melahirkan peluang dan kekayaan yang sangat luar biasa bagi segelintir orang, dan menjerumuskan sebagian besar lainnya kedalam kemiskinan dan kesengsaraan yang memilukan. Kita harus ingat bahwa globalisasi merupakan proses awal yang perlahan-lahan memunculkan kondisi globalisasi baru dengan kualitas dan hasil akhir yang belum pasti. Hal yang bisa kita ketahui dari pengalaman masa lalu hanyalah bahwa semua periode transformasi sosial yang cepat mengancam kebiasaan, mendestabilisaasi batas-batas lama, serta merusak tradisi-tradisi yang telah mapan. Globalisasi bukan hanya menjadi perusak, tetapi juga menjadi pencipta berbagai gagasan, nilai, identitas, praktik dan perubahan.

Sabtu, 10 Mei 2008

Fenomena Penanganan Korupsi


Judul Buku : Skandal BLBI: Ramai-ramai Merampok Negara
Penulis : Marwan Batubara, dkk
Penerbit : Haekal Media Center
Cetakan : Pertama, 2008
Tebal : xx + 371 halaman

Ketika skandal Bantual Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kembali diangkat ke permukaan, mungkin sebagian orang akan mempertanyakan mengapa catatan hitam Indonesia harus kembali diungkit. Apa relevansinya? Apakah bermanfaat menguak kembali berkas-berkas korupsi masa lalu untuk kepentingan masa sekarang? Tidakkah lebih baik kasus tersebut dikubur dan diterima saja sebagai ongkos krisis, meskipun sangat mahal harganya, sehingga kita dapat memfokuskan diri pada agenda-agenda perbaikan ekonomi di masa depan?

Jawabannya jelas: karena selain penyelesaian sarat dengan rekayasa dan KKN, kasus BLBI juga memiliki dampak yang sangat luas pada perekonomian bangsa saat ini dan bahkan hingga beberapa waktu ke depan. Demikian besarnya kerusakan yang diakibatkan skandal BLBI, hingga beban harus ditanggung seluruh rakyat Indonesia berupa pembayaran utang dalam APBN setiap tahunnya hingga paling tidak tahun 2021. jumlah minimal utang yang harus dibayar tersebut Rp 630 triliun. Bahkan, dalam skenario terburuk (seperti misalnya jika pemerintah terus melakukan penjadwalan ulang terhadap utang-utang tersebut), beban yang harus dibayar dapat mencapai Rp. 2.000 triliun!

Jumat, 09 Mei 2008

Revitalisasi Ekonomi Islam


Judul Buku : Ekonomi Islam
Penulis : Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam UII Yogyakarta
Penerbit : PT. Raja Grafindo Persada
Cetakan : Pertama, 2008
Tebal : xx + 541 halaman

Setiap paham ekonomi memiliki karakteristik tertentu yang dibedakan dengan paham lainnya. Suatu paham, termasuk ekonomi, dibangun oleh satu tujuan, prinsip, nilai, dan paradigma. Sebagai misal, paham liberalisme dibangun atas tujuan terwujudnya kebebasan setiap individu untuk mengembangkan dirinya. Kebebasan ini akan terwujud jika setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Oleh karena itu, kesamaan kesempatan merupakan prinsip yang akan dipegang yang pada akhirnya akan melahirkan paradigma persaingan bebas.

Buku ini mencoba memberikan pemahaman tentang bangunan dan mekanisme ekonomi Islam berdasarkan interpretasi terhadap nilai dan prinsip syariah Islam. Dimana ekonomi Islam sendiri dibangun untuk tujuan suci, dituntun oleh ajaran Islam dan dicapai dengan cara-cara yang dituntunkan pula 0leh ajaran Islam. Oleh karena itu, kesemua hal tersebut saling terkait dan terstruktur secara hierarkis, dalam arti bahwa spirit ekonomi Islam tercermin dari tujuannya, dan ditopang oleh pilarnya. Tujuan untuk mencapai falah (kebahagian di dunia dan di akhirat) hanya bisa diwujudkan dengan pilar ekonomi Islam, yaitu nilai-nilai dasar (islamic value), dan pilar operasional, yang tercermin dalam prinsip-prinsip ekonomi (Islamic principles). Dari sinilah akan tampak suatu bangunan ekonomi Islam dalam suatu paradigma, baik paradigma dalam berpikir dan berperilaku maupun bentuk perekonomiannya.

Kamis, 01 Mei 2008

Catatan Perjuangan Hisbullah


Judul Buku : Blueprint Hizbullah
Penulis : Naim Qassem
Penerbit : Ufuk Press
Cetakan : I, 2008
Tebal : 423 halaman

Pada zaman ketika bendera Islam dianggap sudah tidak lagi menarik di Palestina, atau sebagai sumber ajakan yang tidak memadai dalam menghadapi pendudukan Israel dan tekanan internasional, Hizbullah muncul sebagai sebuah partai yang khas karena mengadopsi bendera Islam, demikian juga karena fungsinya sebagai kekuatan perlawanan.

Pelbagai operasi perlawanan Islam mereka lakukan berhasil secara unik sehingga memperoleh pujian dari para pendukung pembebasan dan para penganut keadilan. Termasuk Israel yang dibuat kaget dan tidak mempercayai keberhasilan mereka itu. Serangan musuh berkali-kali digagalkan, dan posisi penting penjajah pun diguncang. Arti penting Hizbullah semakin meningkat dengan kemenangan aktual, yang dicapai pada tanggal 25 Mei 2000, ketika tentara Israel dipaksa menarik-diri dari Lebanon (hal.186). sebuah hasil dari pelbagai operasi yang dilakukan Hisbullah dan sebuah pencaian yang tidak pernah sebelumnya dalam kurun limapuluh tahun perjuangan mereka melawan musuh Israel.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...