Senin, 28 April 2008

Membumikan Islam Progresif


Judul Buku : Akar-akar Pemikiran Progresif dalam Kajian Al-Qur’an
Penulis : Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan
Penerbit : eLSAQ Press, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, April 2008
Tebal : xv + 189 halaman

Islam progresif adalah Islam yang menawarkan sebuah kontekstualisasi penafsiran Islam yang terbuka, ramah, segar, serta responsif terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan. Hal ini tentu berbeda dengan Islam militan dan ekstrimis yang tetap berusaha menghadirkan wacana penafsiran masa lalu serta menutup diri terhadap ide-ide baru yang berasal dari luar kelompoknya. Bahkan, seringkali untuk meneguhkan keyakinannya, mereka bertindak dengan mengklaim diri sebagai pemilik otoritas kebenaran untuk bertindak secara otoriter terhadap paham dan agama lain.

Buku Akar-akar Pemikiran Progresif dalam Kajian Al-Qur’an, mencoba menawarkan sebuah metode ber-Islam yang menekankan pada terciptanya keadilan sosial, kesetaraan gender, dan pluralisme keagamaan. Maka, seorang Muslim yang progresif haruslah bersedia untuk berjuang demi menegakkan keadilan sosial di muka bumi ini. Perjuangan itu bisa berwujud pada advokasi hak-hak orang yang termarjinalisasi, orang yang tertindas, orang yang terkena polusi lingkungan, serta orang yang ”yatim” secara sosial dan politik.

Kamis, 24 April 2008

Melihat Pemikiran 50 Sejarawan Dunia


Judul Buku : 50 Tokoh Penting Dalam Sejarah
Judul Asli : Fifty Key Thinkers on History
Penulis : Marnie Hughes-Warrington
Penerjemah : Abdillah Halim
Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Maret 2008
Tebal : xxxix + 695 halaman

Sejak berakhirnya perang dingin antara dua kekuatan raksasa dunia (Amerika Serikat dan Uni Soviet) dan munculnya Eropa Barat sebagai satu-satunya kekuatan dominan, telah menjadikan sejarah dunia sebagai gerak tunggal linear yang tak terbendung. Dan selanjutnya sejarah menjadi monolog Eropa Barat yang menimbulkan apatisme dan keputusasaan di belahan dunia yang lain. Seiring dengan itu, perbincangan tentang sejarah (terutama yang terjadi pada ranah akademik) kian redup dan sejarah praktis menjadi tema pinggiran. Namun tidak buat ahli sejarah perempuan Marnie Hunghes-Warrington, ditengah kelangkaan dan keadaan semacam ini, dia muncul sebagai sosok yang tetap memiliki kesadaran sejarah (historical consciusness) dan tradisi penulisan sejarah.

Salah satu buku yang ditulis Marnie adalah Fifty Key Thinkers on History yang kemudian diterjemah kedalam bahasa Indonesia; 50 Tokoh Penting Dalam Sejarah. Dalam buku ini Marnie mencoba memberi pengenalan yang lumayan komprehensif tentang riwayat hidup dan pemikiran para pemikir penting sejarah dari beragam aliran, dari era kuno sampai kontemporer, dan dari berbagai belahan dunia. Buku ini sangat berguna bagi pembaca yang ingin mengenal dasar-dasar pemikiran para pemikir utama sejarah, diantara lima puluh tokoh para pemikir terkemuka sejarah yang dihadirkan oleh penulis antara lain Eric Hobsbawm, Thomas Samuel Kuhn, Francis Fukuyama, Arnold J. Toynbee, Heidegger, Ibnu Khaldun, dan Hegel.

Selasa, 08 April 2008

Hans-Georg Gadamer dan Hermeneutik


Judul Buku : Hermeneutika Filosofis Hans-Georg Gadamer
Penulis : Inyiak Ridwan Muzir
Penerbit : Ar-Ruzz Media Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Maret 2008
Tebal : 279 halaman

Sosok Hans-Georg Gadamer mulai dikenal luas ketika menerbitkan buku Truth and Method tahun 1960, sebuah proyek intelektual yang telah dirintisnya sejak awal tahun 50-an. Namanya kian menjulang ketika terjadi polemik hangat antara dia dengan Habermas dan kritikus-kritikus lain di paro kedua dekade 60-an. Ketika pensiun di tahun 1968, Gadamer sudah mendapat nama Internasional.

Truth and Method menjadi menarik, karena menganalisis seni dan estetika sebagai titik tolak bagi analisis tentang pemahaman secara umum. Dalam buku ini, Gadamer mempertanyakan kenapa wilayah seni dan estetika menjadi terpinggirkan dalam Geistenswissenschaften. Kalaupun ada disiplin ilmu yang membahasnya, itu hanya dengan menempatkan seni sebagai salah satu fenomena sosiologis dan antropologis. Untuk menyelesaikan persoalan ini, Truth and Method pertama-tama membahas klarifikasi diri metodologis dalam Geistenswissenschaften.

Jumat, 04 April 2008

Mencipta Harmonisasi Lintas Agama


Judul Buku : Agama-Agama Baru di Indonesia
Penulis : M. Mukhsin Jamil, M.A.
Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Maret 2008
Tebal : xxii + 214 halaman

Kehadiran era modern yang diprediksi bakal terjadi kemunduran agama dari panggung kehidupan manusia, ternyata tidak terbukti. Agama terus menjadi sesuatu yang menarik minat umat manusia. Agama-agama konvensional untuk sebagian mengalami revitalisasi dalam bentuk kebangkitan kembali, setelah sekularisme menyudutkannya di pinggiran sejarah peradaban manusia modern. “Agama-agama baru” dengan berbagai gejalanya seperti perhimpunan spiritualitas, new age, kultus, sinkretisme, dan sebagainya muncul tidak hanya di negara-negara berkembang seperti Indonesia, tetapi juga negara-negara maju seperti Amerika serikat.

Di tengah fenomina sosial keagamaan semacam itu, maka muncul kembali semangat untuk meninjau kembali tesis sekularisme tentang kemunduran agama. Pada saat yang sama juga muncul ketertarikan kembali untuk melihat agama dalam kehidupan kontemporer dengan berbagai kompleksitas problem yang menyertainya. Salah satu di antara problem itu adalah bagaimana fenomina baru kehidupan agama itu dijelaskan. Dan bagaimana klaim religius yang diyakini sebagai jalan keselamatan dan kedamain oleh para pemeluknya itu bisa diletakkan dalam kerangka membangun tata peradaban yang humanis, tanpa konflik dan pertumpahan darah.

Hakekat Pendidikan dan Filsafat Islam


Judul Buku : Wacana Baru Pendidikan; Meretas Filsafat Pendidikan Islam
Penulis : Drs. Ismail Thoib, M.Pd
Penerbit : Genta Press
Cetakan : Januari, 2008
Tebal : xv + 220 halaman

Pendidikan merupakan aktivitas yang dilakukan oleh dan diperuntukkan bagi manusia. Pendidikan hanya dapat membentuk manusia yang humanis apabila hakekat kemanusiaan manusia dipahami secara komprehensif dan menyeluruh. Kesalahan dalam memberikan tafsiran atas eksistensi manusia berimplikasi pada kekeliruan dalam menghadirkan pendidikan serta membentuk menusia-manusia yang “tidak sehat”. Pemahaman yang benar dan tepat tentang manusia dan pendidikan sangat diperlukan terutama oleh pendidik dan calon-calon pendidik dalam dunia pendidikan karena mereka dipersiapkan untuk menciptakan manusia-manusia baru.

Dalam perspektif sistemik untuk menilai keberhasilan suatu pelaksanaan pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang lebih baik, kreatif, dan normatif memerlukan kajian secara simultan dan mendalam atas pelbagai unsur yang secara sistemik mempengaruhi keberhasilan tersebut, yaitu; input, process, output, dan outcome. Perspektif sistemik mempercayai bahwa keberhasilan pendidikan yang baik perlu di-back up oleh input, process, dan output yang baik.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...