Selasa, 06 November 2007

Ben Graham dan Jurus Berinvestasi


Judul Buku : The Intelligent Investor
Penulis : Benjamin Graham
Penerjemah : Rahmat Febrianto
Penerbit : Serambi, Jakarta
Cetakan : Oktober 2007
Tebal : 948 halaman (termasuk indeks)

Untuk melakukan investasi yang sukses dalam hidup tidaklah membutuhkan IQ setinggi langit, pengetahuan bisnis yang luar biasa, ataupun informasi dari orang dalam. Seseorang hanya membutuhkan suatu kerangka kerja intelektual yang kukuh untuk membuat keputusan dan kemampuan untuk menjaga agar emosi tidak mengerogoti kerangka kerja. Begitulah kira-kira penilaian seseorang yang akan lahir setelah membaca buku ini, karya Ben panggilan akrab Benjamin Graham seorang investor terkemuka kelahiran London.

Ben adalah salah seorang investor terbaik yang pernah ada, ia seorang pemikir investasi praktis terbesar sepanjang masa. Sebelum Ben, para manajer dana berprilaku seperti komunitas abad pertengahan, dipandu terutama oleh takhayul, tebakan, dan ritual misterius. The intelligent Investor ini, adalah buku teks yang mengubah lingkaran pengap tersebut menjadi sebuah profesi modern. Buku yang menggambarkan bagi investor individual, kerangka emosional dan perangkat analitis yang esensial untuk mencapai sukses dalam bidang keuangan.

Namun, perjalanan Ben meraih kesuksesan itu tidaklah dengan proses yang gampang, dalam perjalannya ia merasakan secara langsung penderitaan karena kerugian finansial, ia juga harus tekun belajar selama puluhan tahun tentang sejarah dan psikologi pasar. Pria ini lahir pada tahun 1894 di London dari seorang ayah pedagang piring dan patung keramik yang kemudian bersama keluarganya pindah ke New York ketika ia baru berusia setahun.

Awalnya, mereka hidup berkecukupan-dengan seorang pembantu, tukang masak, dan seorang guru pribadi keturunan Perancis-di wilayah Fifth Avenue. Namun, ayah Ben meninggal dunia tahun 1903, bisnis perselennya tersendat-sendat, dan keluarga tersebut perlahan-lahan mulai jatuh miskin. Ibu Ben mengubah rumah mereka menjadi asrama; kemudian setelah meminjam uang untuk memperdagangkan saham ”On Margin”, si ibu kehilangan seluruh uangnya dalam crash pasar tahun 1907.

Untung saja Ben mendapatkan beasiswa di Columbia, dan di sanalah kegeniuasannya berkembang secara penuh. Ia lulus pada 1914, memperoleh peringkat kedua di kelasnya. Sebelum menyelesaikan semester terakhirnya, tiga jurusan; Bahasa Inggris, Filsafat, dan Matematika, dia sudah diminta untuk bergabung sebagai dosen. Saat itu ia baru berusia 20 tahun.

Alih-alih menjadi akademisi, ia memutuskan untuk mencoba peruntungannya di Wall Street. Ia awalnya bekerja sebagai pesuruh administrasi pada sebuah perusahaan perdagangan obligasi, tak lama kemudian menjadi analis, mitra, dan dalam waktu singkat ia sudah menjalankan kemitraan investasinya sendiri. Hingga perusahaan Graham-Newman Corp. miliknya sejak 1936 sampai ia pensiun 1956 memperoleh laba setidaknya 14,7% pertahun, dibandingkan dengan yang diperoleh pasar secara keseluruhan 12,2%, angka ini menjadi salah satu track record jangka panjang terbaik dalam sejarah Wall Street.

Dalam buku ini Ben menceritakan bagaimana perjalanan sejak awal sampai pada kesuksesannya, dengan kekuatan intelektualnya yang luar biasa serta penalaran dalam pengalaman yang sangat luas. Di ikuti dengan strategi-strategi berinvestasi dengan pintar, dalam penyajian pengetahuan yang cukup cerdik tentang bagaimana sebenarnya perilaku jenis saham dan obligasi dalam kondisi yang berbeda-beda.

Ada beberapa prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh Ben selama hidupanya, diantaranya adalah; Pertama, saham tidak hanya sekedar simbol ticker atau kehidupan elektronik di layar monitor; saham adalah suatu kepentingan kepemilikan dalam bisnis aktual, dan bisnis itu memiliki nilai fundamental yang tidak bergantung pada harga sahamnya.

Kedua, pasar adalah sebuah pendulum yang selamanya mengayun antara optimisme temporer (yang menjadikan harga saham terlalu mahal) dan pesimisme tak berdasar (yang menjadikan harga saham terlalu murah). Investor pintar adalah seorang realis yang menjual sahamnya kepada orang optimistis dan membelinya dari orang pesimistis.

Ketiga, tidak peduli seberapa pun hati-hatinya, satu-satunya risiko yang tidak bisa dihilangkan oleh investor mana pun adalah risiko melakukan kesalahan. Hanya dengan tetap mempertahankan apa yang disebut Ben sebagai ”Margin Pengaman” tidak membayar berlebihan, semenarik apa pun tampaknya sesuatu investasi akan bisa meminimalisasi kesalahan yang tidak perlu.

Keempat, rahasia keberhasilan keuangan ada pada diri sendiri. Jika menjadi seorang pemikir kritis yang menolak untuk percaya begitu saja pada ”fakta”, dan berinvestasi dengan kepercayaan diri serta kesabaran, maka akan bisa tetap memperoleh keuntungan yang stabil walau dari pasar bearish yang terburuk sekalipun. Dengan mengembangkan disiplin dan keberanian, sehingga tidak akan membiarkan perubahan perilaku orang lain menentukan masa depan finansial. Akhirnya, hal yang jauh lebih penting sebenarnya bukan bagaimana perilaku investasi, tetapi bagaimana perilaku diri sendiri.

Buku ini akan memandu siapa pun, baik itu orang awam sekalipun, dalam mengadopsi dan mengeksekusi suatu kebijakan investasi. Ditambah dengan pembahasan tentang teknik analisis sekuritas; yang menitik beratkan pada prinsip-prinsip investasi dan perilaku investor. Juga bagaimana mengembangkan strategi jangka panjang dan menghindari kerugian fatal. Berinvestasi lewat saham, obligasi, atau mutual fund?. Maka, baik dari kalangan investor, spekulan, analis sekuritas, penasihat keuangan, CEO, manajer, karyawan, bankir, akuntan, dosen, ataupun mahasiswa, sangat teramat sayang bila melewatkan buku legendaris ini!

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...