Sabtu, 14 September 2013

Aku Anak Awo'


Minggu, 08 Juli 2012

Saya Ingin Menjadi Guru Inspiratif


Pengajar dari UIN Sunan Kalijaga
Setiap keberhasilan yang kita raih tentu dipengaruhi oleh banyak faktor. Di antaranya adalah faktor guru. Guru yang mampu menginspirasi siswanya. Saya sendiri pernah mengalami, waktu SD ada salah satu guru inspiratif saya, yaitu pak Zainuddin. Beliau sangat pintar dalam mengajar, menyenangkan dan sangat sederhana. Berkat pak Zainuddin ini saya sangat suka mata pelajaran Matematika, hingga akhirnya saya bisa mewakili sekolah untuk Ikut Olimpiade Matematika Se-Kabupaten.

Masuk sekolah tingkat MTs, saya tetap menyukai Matematika. Ditambah lagi, saya dipertemukan dengan guru yang sangat inspiratif. Yaitu pak Hamdi. Beliau sangat dekat dengan siswanya. Di sela-sela mengajar, beliu sering memotivasi untuk terus mengejar mimpi-mimpi yang dimiliki para siswa. Beliau sangat ramah. Dengan modal semangat yang selalu ditularkan, saya terus dengan giat belajar hingga akhirnya mendapatkan juara I siswa Tauladan.

Jumat, 22 Juni 2012

Meningkatkan Budaya Baca Masyarakat Indonesia

Membudayakan Anak Gemar Membaca (Foto: M Nurul Ikhsan Saleh)

Aktivitas membaca dalam masyarakat sangatlah penting. Ia menjadi salah satu kegiatan bahasa yang amat vital dalam masyarakat modern dan lebih-lebih di kalangan akademisi. Dari sinilah peringatan Hari Buku Nasional yang jatuh pada bulan kemarin, 17 Mei 2012, menjadi penting untuk selalu kita refleksikan, terlebih oleh masyarakat Indonesia.

Dalam masyarakat kita, setiap hari puluhan koran, majalah, bahkan buku-buku selalu diproduksi dan dipasarkan. Di dalam semua jenis media itu akan dijumpai informasi mengenai pengetahuan, berita, lapangan pekerjaan, iklan, dan sebagainya, yang mau tak mau harus diserap oleh masyarakat modern tersebut. Kecuali, jika masyarakat modern tersebut, hanya modern dalam dimensi waktu, bukan modern dalam dimensi kultural. Membaca, sudah seharusnya menjadi kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat.

Pengetahuan sebagian besar tidaklah didapatkan dari bangku sekolah atau di bangku kuliah, melainkan melalui buku. Banyak orang mengatakan bahwa buku itu sesungguhnya merupakan universitas yang paling baik, sehingga tidak salah apabila dikatakan bahwa buku adalah jendela ilmu pengetahuan. Maka keberadaan perpustakaan di sekolah, universitas dan masyarakat sangatlah penting sebagai tempat kagiatan membaca.

Senin, 04 Juni 2012

Membumikan Peace Education

Bersama Anak-anak SD Korban Letusan Merapi

Peace does not come with our DNA. To reach peace we need to teach peace.” (Core Weiss)

Konflik yang berbau kekerasan dalam masyarakat Indonesia, menjadi satu kata yang seringkali akrab di telinga. Ia menjadi sebuah keniscayaan yang secara sadar atau tidak, akan selalu menggerayangi, menghantui kehidupan masyarakat. Ia ada di sekitar rumah, lingkungan sekitar, bahkan di mana-mana. Ia muncul di tayangan-tayangan televisi, radio-radio, berita-berita internet, media massa dan surat kabar, yang tidak bosan-bosannya menampilkan berbagai tayangan atau berita kekerasan, dari masalah pembunuhan, pemerkosaaan, perkelahian, kekerasan terhadap perempuan, teror bom, hingga konflik sosial-keagamaan dengan latar belakang alasan yang begitu beragam.

Secara teoritis, kekerasan mencakup kekerasan simbolik, kekerasan psikologis, maupun kekerasan fisik. Sebagian kita mungkin tidak sadar bahwa dalam banyak kehidupan, kita seringkali menghadapi dan mengalami kekerasan simbolik baik di rumah, lingkungan sekitar, tempat kerja, dan sebagainya, yang pada gilirannya akan mengantarkan kepada kekerasan psikologis, lalu kekerasan fisik. Kekerasan simbolik seperti ini adalah kekerasan yang halus, tidak kasat mata, dan hampir tidak nampak, karena diselubungi oleh ideologi yang membuat kekerasan itu seolah-olah wajar. Ini banyak sekali, misalnya, dilakukan terhadap perempuan di dalam masyarakat patriarkal, secara ideologis mereka dianggap lebih rendah, seolah-olah hak mendominasi mereka menjadi hak laki-laki. 


Kamis, 22 Maret 2012

Nurul: “Aku Menulis, Maka Aku Berprestasi”



M Nurul Ikhsan Saleh yang akrab di panggil Nurul, adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Ia lahir di Sumenep tanggal 27 Juli 1988, menyelesaikan Sekolah Menengah Atas di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep tahun 2006, kemudian menempuh pendidikan tinggi pada jurusan Kependidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2008. Selama menempuh kuliah di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ia aktif di berbagai organisasi baik di dalam kampus dan di luar kampus, diantaranya, Penyelaras Bahasa Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Pengurus Devisi Kajian dan Penelitian Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Pendidikan (FBEMP) Yogyakarta, Pengurus Devisi Bahasa Inggris DPP Bidang Pengembangan Bahasa Asing Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Koordinator Departemen Penelitian dan Pengembangan Kelompok Studi Ilmu Pendidikan (KSiP) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Anggota Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Senyum Community, Pegurus Devisi Eksternal Beswan Djarum DSO Yogyakarta, Anggota Lembaga Kajian Kutub Yogyakarta (LKKY) dan Person in Charge (PIC) bidang Keuangan Peace Generation Yogyakarta.

Kebiasaanya dalam bidang tulis menulis mengantarkan Nurul menyabet banyak prestasi. Ia menjadi juara pertama Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) se-Yogyakarta Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Yogyakarta tahun 2012, 5 komentator terbaik Blog Competition Beswan Djarum tahun 2011, Nominator Nutrifood Leadership Award Wilayah Yogyakarta tahun 2011, 20 penulis terbaik Sayembara Esai Nasional IDEA Institute Pertanian Bogor tahun 2011, The Most Favorite Leadership Training Djarum Beasiswa Plus tahun 2011, 30 penulis terbaik Kompetisi Esai Nasional ANBTI (Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika) tahun 2010, juara pertama LKTI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2010, juara kedua LKTI se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2010, juara kedua LKTI DPP Bidang Penelitian Fakutas Tarbiyah dan Keguruan tahun 2009, juara ketiga LKTI Jurusan Kependidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan tahun 2009. Tidak berhenti di situ, selain berprestasi di luar kampus Nurul juga tetap berprestasi dibidang akademik, terbukti Nurul pernah mejadi siswa tauladan semasa di bangku sekolah menengah pertama, sedangkan IPK terakhir setelah menyelesaikan skripsi yang berjudul Peace Education dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam adalah 3,63.

Sabtu, 26 November 2011

Memperhatikan Peran Guru

Mengajar dalam Kelas
Jumat kemarin (25/11), kita memperingati Hari Guru Nasional. Peringatan tersebut sebagai tanda penghargaan terhadap guru. Betapa peranan seorang guru sangatlah penting bagi pencerdasan kehidupan bangsa. Sampai-sampai negara-negara maju seperti Cina, Jepang, dan Singapura memperketat dalam seleksi penerimaan guru. Hal ini berbeda dengan negara kita yang masih terkesan longgar.

Mestinya pemerintah harus semakin serius melakukan rekrutmen calon anggota guru. Pemerintah harus ketat dengan kriteria kompetensi yang telah ditetapkan bagi siapa saja yang ingin masuk menjadi guru. Setidaknya, bertambah besarnya tunjangan yang dikucurkan terhadap profesi guru berbanding lurus dengan peningkatan kualitas. Meski dalam beberapa kasus proses pemberian tunjangan seringkali di panggkas oleh pihak pemerintah daerah bidang pendidikan.

Tak salah apabila di beberapa daerah masih ditemukan kejanggalan dan kesenjangan tunjangan dibanding dengan yang diterima guru-guru di perkotaan. Padahal memberikan perhatian yang besar serta memperlakukan adil terhadap semua guru adalah hal yang sangat penting. Agar setiap guru merasakan penghargaan yang sama. Tidak dibeda-bedakan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...